LombokPost - Novak Djokovic melangkah lebih dekat ke impiannya untuk memenangkan gelar kedelapan di Wimbledon dan gelar Grand Slam ke-25.
Setelah menjalani pertarungan sengit selama 3 jam 11 menit melawan Flavio Cobolli, Djokovic akhirnya menang dengan skor 6-7 (6), 6-2, 7-5, 6-4.
Menghadapi Cobolli yang penuh semangat, petenis Serbia ini harus melalui berbagai rintangan.
Salah satu yang paling mencolok adalah saat ia harus melawan kecepatan servis dan permainan agresif Cobolli yang 15 tahun lebih muda darinya.
“Pertama-tama, saya ingin memberi selamat kepada Flavio untuk turnamen luar biasa dan pertarungan yang sangat hebat hari ini,” kata Djokovic dilansir dari wimbledon.com.
“Dia benar-benar menunjukkan permainan berkualitas tinggi dan saya terkejut dengan kecepatan servisnya,” sambungnya.
Cobolli, meskipun tampil mengesankan, harus berhadapan dengan pengalaman besar Djokovic yang sudah melalui banyak pertandingan seperti ini.
Setelah kehilangan set pertama, Djokovic menunjukkan ketenangannya, mengambil alih pertandingan, dan mengakhiri set-set berikutnya dengan percaya diri.
Meskipun sempat terjatuh dan merasakan sakit di pinggulnya, Djokovic tidak gentar dan terus melaju dengan tekad yang kuat.
“Pada usia 38, ini sangat berarti bagi saya. Saya bisa bertahan di fase akhir Wimbledon. Sekarang, saya akan menghadapi Jannik Sinner, dan saya yakin itu akan menjadi pertandingan yang sangat seru,” tambah Djokovic.
Dengan kemenangan ini, Djokovic kini selangkah lebih dekat untuk meraih gelar kedelapan di Wimbledon dan gelar Grand Slam ke-25, yang sangat ia dambakan.
Di semifinal, ia akan menghadapi petenis muda asal Italia, Jannik Sinner, yang tengah dalam performa terbaiknya.
Menurut Djokovic, Sinner adalah tantangan serius yang harus dihadapi dengan penuh fokus.
Djokovic, yang dikenal dengan mentalitas juara, memiliki pengalaman bertanding di level tertinggi.
Ia tahu bahwa untuk bisa bertahan di turnamen sebesar Wimbledon, dibutuhkan lebih dari sekedar keterampilan teknis.
Ini tentang ketahanan mental dan kemampuan untuk mengatasi tekanan yang datang dengan setiap pertandingan.
"Saya tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang diharapkan," ujarnya.
Kini, fokus Djokovic hanya tertuju pada pertandingan selanjutnya melawan Sinner.
Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, Djokovic membuktikan bahwa ia masih menjadi salah satu petenis terbaik di dunia, siap bersaing untuk gelar juara di setiap turnamen besar, termasuk Wimbledon 2025.
Editor : Rury Anjas Andita