LombokPost – Amanda Anisimova akhirnya berhasil menembus semifinal Wimbledon 2025, setelah perjalanan panjang penuh tantangan.
Setelah pemulihan panjang dan hampir setahun tanpa kemenangan besar, Anisimova kini bangkit kembali.
Pelatihnya, Rick Vleeshouwers, yang bergabung dengan tim pada 2023, memainkan peran kunci dalam kesuksesan besar ini.
Anisimova, yang pernah mencapai semifinal Roland-Garros pada 2019 saat masih remaja, kini kembali menampilkan permainan terbaiknya di semifinal Wimbledon 2025.
Setelah absen panjang akibat cedera dan berjuang dengan peringkat yang merosot ke atas 200, kini ia siap untuk menembus 10 besar dunia setelah pencapaian di Wimbledon kali ini.
“Semua orang merasa kagum dan sedikit lelah,” kata Vleeshouwers, berbicara setelah kemenangan penting Anisimova dilansir dari wimbledon.com.
“Namun, kita tidak bisa berhenti. Fokus selanjutnya adalah persiapan untuk pertandingan berikutnya,” sambungnya.
Kebangkitan Anisimova: Dari Istirahat Panjang Hingga Kembali ke Puncak
Sejak mulai dilatih oleh Rick Vleeshouwers, Anisimova tembus semifinal berkat perbaikan teknik dan mentalitas yang diterapkan oleh timnya.
Dengan dukungan pelatih kekuatan Rob Brandsma dan fisioterapis Shadi Soleymani, Anisimova sukses meraih comeback luar biasa, dan kini kembali ke performa puncak.
“Hal pertama yang selalu saya lakukan adalah menonton pertandingan kembali,” kata Vleeshouwers yang terbiasa menganalisis pertandingan secara mendalam setelah setiap laga.
“Saya mempelajari pertandingan [Anisimova vs Noskova] dan melihat bagaimana bahasa tubuh Amanda berubah setelah set pertama. Itu memberi saya kejelasan tentang apa yang perlu kita perbaiki,” tambahnya.
Dengan permainan yang semakin matang, Anisimova tidak hanya bergantung pada kekuatan fisiknya, tetapi juga pada strategi yang lebih cerdas dan perubahan taktik di saat-saat krusial.
Setelah mengubah pendekatan di set ketiga melawan Noskova, dia kembali menunjukkan mentalitas juara.
Menatap Sabalenka: Laga Semifinal yang Menantang
Di semifinal, Anisimova akan menghadapi Aryna Sabalenka, yang dikenal dengan serangan kuat dan agresivitasnya.
Meski unggul 5-3 dalam rekor pertemuan mereka, Anisimova vs Sabalenka di lapangan rumput menjadi pertandingan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Hal terpenting dalam Grand Slam adalah mengalahkan lawan di hari itu,” tambah Vleeshouwers.
“Tidak perlu memikirkan seluruh undian, hanya lawan berikutnya. Anda harus fokus untuk memenangkan pertandingan, tidak peduli apakah itu pertandingan terbaik atau tidak,” ujarnya.
Vleeshouwers juga menekankan pentingnya ketenangan dan mentalitas yang kuat.
"Ada banyak nilai dalam tidak memainkan yang terbaik dan tetap bisa bertahan. Terkadang, meski Anda tidak dalam kondisi terbaik, Anda tetap bisa menggiling dan memenangi pertandingan,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.
Dengan kepercayaan diri yang terus tumbuh, Anisimova tembus semifinal Wimbledon kali ini membawa semangat baru dalam perjalanannya menuju final, setelah hampir setahun absen dari persaingan puncak.
Semifinal Pertama di Wimbledon: Puncak Perjalanan yang Baru Dimulai
Kemenangan ini tentu sangat berarti bagi Amanda Anisimova, yang telah berjuang keras untuk kembali ke level tertinggi.
"Ini adalah pencapaian yang luar biasa, dan saya tidak akan berhenti di sini," kata Anisimova dengan penuh semangat.
Kini, dia berharap bisa memberikan performa terbaik saat melawan Sabalenka dan melaju ke final untuk pertama kalinya di Wimbledon 2025.
Dengan dukungan penuh dari timnya, dan pemulihan mental yang solid, Anisimova siap menghadapi tantangan berikutnya, yang akan menentukan apakah dia bisa menambah pencapaian kariernya di Grand Slam.
Editor : Rury Anjas Andita