Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terima Kekalahan dari Sinner di Final Wimbledon 2025, Alcaraz : Saya Tetap Bahagia

Rury Anjas Andita • Senin, 14 Juli 2025 | 07:22 WIB
Alcaraz tersenyum usai kalah dari Jannik Sinner di final Wimbledon 2025. Ia bangga dan siap bangkit lewat persaingan yang sehat.
Alcaraz tersenyum usai kalah dari Jannik Sinner di final Wimbledon 2025. Ia bangga dan siap bangkit lewat persaingan yang sehat.

LombokPost – Carlos Alcaraz memperlihatkan kelas sejatinya sebagai juara, meski gagal mempertahankan gelar di Final Wimbledon 2025.

Alcaraz kalah di Wimbledon 2025 dari rival beratnya, Jannik Sinner, dalam pertandingan empat set yang menegangkan.

Namun, bukan kekecewaan yang mendominasi. Justru, senyum dan rasa syukur menghiasi wajah petenis muda asal Spanyol itu.

“Saya hanya senang. Saya tersenyum, karena di kepala saya ini soal bermain di final dan saya bersyukur untuk itu,” ujar Alcaraz usai laga dilansir dari wimbledon.com.

Alcaraz kalah di Wimbledon 2025, tapi tetap menebar energi positif. Petenis berusia 22 tahun itu mengakui performa Sinner yang tampil luar biasa dan pantas menjadi juara Wimbledon pertama dari Italia – baik pria maupun wanita – dalam sejarah.

“Saya sangat bangga dengan apa yang saya lakukan dalam empat minggu terakhir. Saya melakukan segalanya yang saya bisa hari ini,” imbuhnya.

“Tapi saya hanya menghadapi seseorang yang bermain dengan level yang luar biasa,” puji Alcaraz untuk Sinner.

Kekalahan ini menjadi kekalahan pertama Alcaraz di final Grand Slam, setelah sebelumnya memenangi lima final yang ia jalani.

Bahkan, ini kekalahan pertamanya dari Sinner sejak Oktober 2023. Sebelum final Wimbledon 2025 ini, Alcaraz tak terkalahkan dalam 24 pertandingan terakhir, sejak April.

Pada Wimbledon 2022, Sinner juga jadi sosok yang menghentikan langkah Alcaraz – waktu itu di babak keempat.

Tiga tahun berselang, sejarah kembali berulang. Namun konteksnya jauh lebih besar: final Grand Slam di Wimbledon 2025.

Bangkit lewat Persaingan Sehat

Berbeda dengan final Olimpiade 2024 lalu – saat Alcaraz kalah dari Djokovic dan terpukul berat – kali ini ia menunjukkan kematangan emosional.

“Tahun lalu di Olimpiade saya benar-benar buruk secara emosional setelah pertandingan. Tapi kali ini saya menerimanya,” ujar Alcaraz.

Pemain kelahiran Murcia ini juga menegaskan bahwa kekalahan ini justru akan menjadi bahan bakar untuk menjadi lebih baik.

Persaingannya dengan Sinner – yang kini semakin panas – dianggapnya sebagai anugerah.

“Saya sangat senang memiliki persaingan ini dengannya. Ini bagus untuk kami, dan bagus untuk tenis,” tegas Alcaraz.

“Persaingan saya dengannya memberi saya kesempatan untuk berlatih setiap hari menjadi lebih baik. Saya bersyukur untuk itu,” tambahnya.

Jalan Masih Panjang, Alcaraz Tak Akan Berhenti

Meski Alcaraz kalah di Wimbledon 2025, ia tetap bertekad untuk terus berkembang. Final ini bukan akhir, tapi langkah menuju masa depan yang lebih cerah.

“Dari baseline dia lebih baik dari saya, dan saya tidak bisa melakukan apa-apa tentang itu. Tapi saya akan belajar dari kekalahan ini,” tutupnya.

Editor : Rury Anjas Andita
#Carlos Alcaraz #Jannik Sinner #Final Wimbledon 2025 #Alcaraz #juara wimbledon 2025 #Sinner