LombokPost – Ambisi Pengprov PASI NTB untuk mengukir prestasi di Kejurnas Atletik 2025 semakin serius. Kali ini, seleksi atlet yang akan mewakili NTB diperketat habis-habisan.
Kabar Ketua Harian Pengprov PASI NTB H Muhdar menyebutkan bahwa hanya atlet yang mampu melampaui limit yang ditetapkan induk cabor yang akan dikirim ke ajang nasional tersebut.
Ini berarti Kejurda Atletik 2025 mendatang bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan medan pertempuran sesungguhnya untuk meraih tiket ke Kejurnas Atletik 2025 di Solo.
Muhdar menjelaskan meskipun tidak ada limit bagi atlet yang ingin berpartisipasi di Kejurda Atletik 2025, namun ceritanya akan berbeda jika tujuannya adalah Kejurnas Atletik 2025.
“Inti dari pelaksanaan Kejurda Atletik 2025 adalah menjaring atlet yang akan dikirim ke kejurnas. Jadi mereka yang dikirim harus mencapai limit terlebih dulu karena itu syaratnya,” tegasnya.
Ini adalah langkah strategis PASI NTB untuk memastikan kualitas atlet yang dikirim benar-benar mumpuni dan siap bersaing di level nasional.
Semua atlet dari kabupaten/kota atau klub di NTB sangat diperbolehkan untuk ikut Kejurda Atletik 2025, namun sekali lagi, syarat limit adalah mutlak untuk menuju Kejurnas Atletik 2025.
Limit yang ditetapkan untuk Kejurnas Atletik 2025, yang dibedakan untuk kategori U-18, U-20, dan senior. Sebagai contoh, untuk kategori senior nomor 100 meter putra, limit yang ditetapkan adalah 10.75 detik, dan putri 12.30 detik.
Di nomor 200 meter, limit putra adalah 22.20 detik dan putri 25.30 detik. Tak ketinggalan, nomor-nomor lain seperti 400 meter, estafet 4x100 meter, estafet 4x400 meter, lompat jauh, lompat jangkit, dan tolak peluru juga memiliki limit yang menantang.
Bahkan, dua nomor baru yang akan digembleng PASI NTB, lempar cakram dan lempar lembing, juga sudah dibekali limit nasional.
Penerapan limit ini diharapkan mampu memacu semangat para atlet PASI NTB untuk terus meningkatkan performa dan mencapai standar nasional di Kejurnas Atletik 2025.
”Sekali lagi kami sampaikan limit ini diberlakukan untuk atlet yang ingin turun di kejurnas atletik. Kalau hanya ikut kejurda NTB tidak ada limit,” tutupnya.
Editor : Pujo Nugroho