PRAYA-Lima orang pembalap muda Indonesia pada kelas Junior U15 Mandalika Racing Series (MRS) bersiap mengikuti pelatihan langsung ke VR46 Riders Academy di Italia.
Mereka adalah Adytya Fauzi, Hafizd Fahril Rasyadan, Muhammad Rama Putra Septiawan, Decksa Almer Alfarezel dan Argiya Farrel Ramadhan.
Para pembalap berprestasi ini akan digembleng langsung oleh anak didik Valentino Rossi seperti Francesco Bagnaia, Marco Bezzecchi, Franco Morbidelli, Celestino Vietti pada awal Agustus ini.
“Ada lima pembalap muda Indonesia yang ke sana (VR46 Riders Academy,” ucap Deputi Olahraga Sepeda Motor IMI Pusat sekaligus pemilik Pride Motorsport Eddy Saputra pada wartawan, Kamis (31/7).
Ia mengatakan, dibukanya kelas Kejurnas Junior U15 pada Pertamina MRS di Sirkuit Mandalika sebuah terobosan untuk menyiapkan pembalap-pembalap usia dini dengan kurikulum bertahap.
“Kelas ini diperuntukkan bagi peserta berusia 10 hingga 15 tahun dengan motor sport 150cc. Tujuannya jelas yakni memberikan dasar yang kuat sebelum mereka naik ke level balap yang lebih tinggi,” katanya.
Eddy menjelaskan, di tengah gegap gempita dunia balap nasional yang semakin dinamis, Pertamina MRS putaran ketiga akan kembali menyapa penggemar balap motor pada 15-17 Agustus nanti. MRS hadir sebagai salah satu tonggak penting dalam pembinaan pembalap muda Indonesia.
“Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga menjadi platform strategis pembinaan atlet balap motor sejak usia dini menuju pentas internasional,” tambahnya.
Dari sisi IMI, kata Eddy, Pertamina MRS mendapat penilaian positif karena sukses menyelenggarakan ajang dengan aturan dan safety yang prima, serta mampu menarik peserta di atas ekspektasi.
Dia tidak menutup mata bahwa ke depan tantangan akan semakin kompleks. Persaingan antar promotor, dinamika sponsorship, hingga regulasi internasional menjadi faktor yang terus harus diperhatikan.
Namun, dengan dukungan Pertamina dan struktur yang kuat, ia optimis ajang ini akan terus menjadi landasan prestasi anak-anak muda Indonesia menuju pentas dunia.
“Saya harap kejuaraan ini bisa terus berkembang dan menjadi ajang wajib bagi siapa pun yang ingin meniti karier profesional di dunia balap motor,” harapnya.
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, kehadiran Pertamina MRS merupakan salah satu bentuk komitmen MGPA dalam mendukung pembinaan pembalap Indonesia secara sistematis dan berkelanjutan.
“Kami di MGPA percaya bahwa pengembangan talenta harus dimulai dari struktur yang rapi dan berjenjang. Pertamina Mandalika Racing Series adalah bagian dari ekosistem balap nasional yang kami desain agar mampu menjembatani pembalap-pembalap muda dari level pemula hingga profesional,” ujarnya.
Andhi menekankan, penggunaan sirkuit kelas dunia seperti Sirkuit Mandalika memberikan nilai tambah dalam proses pendidikan pembalap muda. Dengan berkompetisi di sirkuit yang telah terstandar internasional, para pembalap terbiasa menghadapi tantangan teknis dan mental sejak dini.
“Ini investasi besar untuk masa depan olahraga balap motor Indonesia,” tutupnya. (ewi/r6)