LombokPost - Seri ketiga WorldSBK 2025 di Sirkuit TT Assen berubah menjadi mimpi buruk bagi pemuncak klasemen Nicolo Bulega (Aruba.it Racing - Ducati).
Setelah tampil dominan di Phillip Island dan Portimao, sang debutan berpeluang memperlebar keunggulan di klasemen.
Namun, dua kali gagal finis justru membuat Toprak Razgatlioglu (ROKiT BMW Motorrad WorldSBK Team) memanfaatkan situasi untuk memangkas selisih poin dan kembali ke jalur juara.
Bulega Menang Race 1, Tapi Toprak Menyusul di Superpole
Race 1 WorldSBK Assen 2025 pada Sabtu sore menjadi ajang dominasi Bulega, yang tampil luar biasa sejak start.
Usai meraih pole position kedua musim ini, ia langsung memimpin balapan dan finis di posisi pertama dengan selisih nyaris delapan detik dari rival terdekatnya.
Toprak Razgatlioglu justru kesulitan, start buruk dan hanya mampu finis keempat – balapan pertamanya tanpa podium musim ini tanpa kendala teknis.
Namun, pada Balapan Superpole Minggu, nasib berbalik. Toprak berhasil merebut kemenangan pertamanya dalam kondisi basah di WorldSBK.
Sementara itu, motor Bulega mogok di Tikungan 1 Lap 7, padahal sedang berada di posisi kedua.
Akibat insiden teknis itu, Bulega tak meraih poin dan jarak klasemen yang semula aman mulai tergerus.
Race 2: Bulega Kembali Gagal Finis, Toprak Bangkit Lagi
Masuk Race 2, Bulega berusaha membayar kesialan sebelumnya. Start dari P10, ia tampil agresif dan berhasil memimpin balapan di Lap 16.
Kemenangan tampak di depan mata, dengan Toprak justru tercecer di posisi delapan.
Namun, mimpi buruk kembali terjadi: motor Bulega kembali bermasalah di Tikungan 1, hanya dua lap sebelum finis. Ia kembali gagal finis untuk kedua kalinya dalam satu hari.
Kegagalan Bulega di Race 2 WorldSBK Assen 2025 itu membuat selisih poin di klasemen terpangkas 20 poin secara total.
Sementara Toprak, dengan kombinasi konsistensi dan pengalaman, terus mendekatkan dirinya ke puncak klasemen meski start dari posisi terbelakang.
Editor : Rury Anjas Andita