LombokPost – Jannik Sinner harus mengakhiri langkahnya di final Cincinnati Open 2025 dengan cara yang mengecewakan.
Petenis nomor 1 dunia itu terpaksa mundur melawan Carlos Alcaraz setelah hanya memainkan lima gim, dan meminta maaf kepada para penggemar atas keputusan tersebut.
Sejak gim pembuka, tanda-tanda ketidaknyamanan Sinner terlihat jelas. Pemain asal Italia itu mengatakan mulai merasa tidak enak badan sejak sehari sebelumnya.
“Saya sangat, sangat menyesal mengecewakan kalian (tetapi) sejak kemarin saya merasa tidak enak badan,” kata Sinner di Cincinnati Open dilansir dari atptennis.com.
“Saya pikir saya akan membaik malam itu, tetapi ternyata hasilnya lebih buruk. Saya mencoba untuk bangkit, mencoba setidaknya bermain di pertandingan kecil, tetapi saya tidak bisa menahannya lebih lama lagi,” sambungnya.
Kondisi ini membuat partisipasi Jannik Sinner di US Open 2025 kini dipertanyakan, terutama di nomor ganda campuran bersama Katerina Siniakova.
Meski demikian, Sinner mengisyaratkan tetap fokus pada pemulihan demi turnamen Grand Slam terakhir musim ini.
“Saya sangat menyukai Grand Slam. Ini adalah turnamen utama untuk musim dan karir saya,” kata Sinner.
“Jadi US Open akan menjadi turnamen yang sulit, tetapi di saat yang sama, saya menantikannya. Jika saya siap, secara fisik dan mental, saya akan siap untuk berjuang,” tambah petenis asal Italia itu.
Sebelum final, Jannik Sinner di Cincinnati Open tampil impresif tanpa kehilangan satu set pun sejak babak pertama.
Ia berusaha menjadi pemain pertama setelah Roger Federer (2014–2015) yang mampu mempertahankan gelar di turnamen ini.
Namun, langkahnya terhenti sekaligus mengakhiri rekor 26 kemenangan beruntun di lapangan keras.
Kekalahan ini membuat posisi Sinner di Peringkat ATP kembali terancam. Dengan hasil final Cincinnati, Alcaraz kini unggul tipis 50 poin dalam peringkat live menjelang US Open.
Sinner yang sudah 63 minggu berturut-turut berada di puncak klasemen, wajib melangkah lebih jauh dari Alcaraz di Flushing Meadows agar tetap mempertahankan status nomor 1 dunia.
Meski kecewa, juara bertahan ATP Finals itu mencoba mengambil sisi positif dari pengalamannya di Cincinnati.
“Saya merasa ini minggu yang sangat positif. Maksud saya, mencapai final di ajang Masters selalu merupakan pencapaian yang luar biasa,” ujarnya.
“Level saya memang berada di posisi yang baik, tetapi di sisi lain, masih ada ruang untuk ditingkatkan,” pungkasnya.
Kini, semua mata tertuju pada Jannik Sinner di US Open 2025, apakah ia bisa pulih tepat waktu untuk kembali bersaing dengan rival utamanya, Carlos Alcaraz, dalam perebutan gelar Grand Slam dan posisi peringkat 1 dunia.
Editor : Rury Anjas Andita