LombokPost – Juara bertahan Aryna Sabalenka datang ke AS Terbuka 2025 dengan semangat berbeda.
Jika dulu ia sempat kesulitan beradaptasi dengan suasana New York, kini petenis nomor satu dunia itu justru menyebut turnamen di Flushing Meadows sebagai favoritnya.
“Butuh waktu bagi saya untuk benar-benar menemukan jalan di sini. Saya merasa semuanya terlalu besar dan tujuannya terasa terlalu jauh,” ujar Sabalenka mengenang masa awal kariernya di AS Terbuka dilansir dari usopen.org.
Momen itu berubah tahun lalu, ketika Aryna Sabalenka berhasil meraih gelar Grand Slam AS Terbuka pertamanya setelah mengalahkan Jessica Pegula.
Kemenangan tersebut membuatnya jatuh cinta pada turnamen yang kerap disebut paling hingar bingar di kalender tenis.
“Entahlah, ada sesuatu yang istimewa tentang AS Terbuka, harus saya akui. Suasana dan stadionnya sungguh luar biasa. Saya suka tempat ini,” kata Sabalenka, Jumat lalu.
Perjalanan Konsisten Sabalenka
Sejak 2021, Aryna Sabalenka konsisten menembus fase akhir AS Terbuka: semifinal melawan Leylah Fernandez, semifinal melawan Iga Swiatek, final melawan Coco Gauff, hingga akhirnya juara.
Musim ini, ia kembali ke New York sebagai peringkat 1 dunia PIF WTA Rankings, posisi yang sudah dipegangnya selama 44 pekan.
Meski belum meraih gelar Grand Slam pada 2025, Sabalenka sudah mengoleksi trofi di Brisbane, Miami, dan Madrid. Ia menegaskan pelajaran dari kegagalan lebih berharga ketimbang sekadar hasil instan.
“Idealnya, saya ingin menutup musim dengan gelar Grand Slam dan tetap nomor 1 dunia. Jika tidak, saya tetap senang dengan musim ini,” ujarnya.
Fokus pada Pertahanan Gelar
Sabalenka menyadari betapa sulitnya mempertahankan gelar di Flushing Meadows. Dalam 11 tahun terakhir, ada 10 juara berbeda di sektor tunggal putri.
“Saya bertekad untuk mengubah itu. Sungguh gila betapa tidak terduganya tenis putri. Tapi saya cukup berpengalaman untuk tetap fokus pada diri sendiri,” ucapnya.
Bagi Aryna Sabalenka, menjadi juara bertahan memberikan semangat besar.
“Ini turnamen yang sangat penting bagi saya. Slam terakhir tahun ini. Saya belajar banyak pelajaran sulit musim ini, dan saya berharap yang terbaik di sini. Saya senang bermain di sini, dukungan penonton luar biasa. Ini tempat yang luar biasa,” pungkasnya.
Editor : Rury Anjas Andita