LombokPost – Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner datang ke AS Terbuka 2025 dengan misi mempertahankan gelar sekaligus menambah koleksi Grand Slam kelimanya.
Rivalitas sengitnya dengan Carlos Alcaraz disebut menjadi dorongan terbesar bagi Jannik Sinner untuk terus berkembang.
Rivalitas yang dikenal sebagai “Sincaraz” telah menjadi pusat perhatian tenis dunia. Dalam 14 pertemuan terakhir, Alcaraz unggul tipis 9-5 atas Sinner.
Bahkan, delapan dari sembilan Grand Slam terakhir dikuasai keduanya, dengan Novak Djokovic menjadi pengecualian pada AS Terbuka 2023.
“Saya dan Carlos, kami berbagi trofi besar, tetapi di saat yang sama, segalanya bisa berubah. Jika kami tidak terus berkembang, pemain lain akan mengejar kami,” kata Jannik Sinner dalam acara Media Day AS Terbuka di New York dilansir dari usopen.org.
Rivalitas Sincaraz dan Dampaknya
Sama seperti era Roger Federer, Rafael Nadal, dan Djokovic, duel Sinner vs Alcaraz menghadirkan tontonan tenis dengan kualitas tertinggi. Alcaraz sendiri mengakui bahwa rivalitas itu membuatnya bermain lebih baik.
“Berkat dia, saya bisa menampilkan permainan tenis terbaik saya di pertandingan ini. Saya pikir bagi orang-orang juga, menonton pertandingan kami sangat menyenangkan,” kata Alcaraz.
Sinner pun menilai kontras gaya bermain mereka membuat pertandingan semakin menarik. “Kami adalah dua pemain yang berbeda. Itu membuatnya sangat menarik. Satu-satunya kesamaan kami adalah kami berlatih sangat keras,” ucapnya.
Fokus Pertahankan Gelar
Kini berusia 24 tahun, Jannik Sinner sudah mengoleksi empat Grand Slam dan 20 gelar tur. Ia mengaku tak pernah membayangkan bisa berada di posisi puncak seperti saat ini.
Baca Juga: Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz Jadi Unggulan Teratas AS Terbuka 2025
“Saat muda, kita hanya bermimpi. Saya pernah bilang ingin menjadi nomor 1 dunia, ingin memenangkan Grand Slam. Itu benar-benar hanya mimpi. Jauh melampaui impian saya berada di posisi saya sekarang,” kata Sinner.
Sinner akan mengawali langkah pertahanan gelarnya di AS Terbuka 2025 dengan menghadapi petenis peringkat 87 dunia asal Ceko, Vit Kopriva.
Editor : Rury Anjas Andita