Lombok Post - Bruno Fernandes gagal penalti saat Manchester United ditahan imbang Fulham 1-1 dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Craven Cottage, Minggu 24 Agustus 2025.
Hasil ini menjadi sorotan tajam karena MU seharusnya bisa mengunci kemenangan di menit akhir, namun peluang emas itu terbuang setelah eksekusi penalti Bruno Fernandes melambung tinggi di atas mistar.
Manchester United sebenarnya sempat unggul lebih dulu di babak pertama lewat gol bunuh diri Rodrigo Muniz.
Namun keunggulan itu sirna ketika Fulham membalas melalui gol Emile Smith Rowe di babak kedua. Pemain yang baru direkrut dari Arsenal tersebut sukses menaklukkan Andre Onana lewat tembakan mendatar dari dalam kotak penalti pada menit ke-78.
Drama utama terjadi jelang akhir laga. MU mendapat hadiah penalti setelah Marcus Rashford dijatuhkan di kotak terlarang.
Bruno Fernandes maju sebagai eksekutor, namun bola yang ia tendang justru melambung. Itu menjadi penalti kelima Bruno yang gagal di Liga Inggris sejak membela Manchester United.
Mantan pemain MU, Ashley Young, yang menjadi komentator di Sky Sports, mengungkapkan bahwa wasit Chris Kavanagh sempat menyenggol Bruno Fernandes saat sang pemain sedang mengambil ancang-ancang penalti.
Hal itu diduga menjadi penyebab terganggunya konsentrasi Bruno dalam mengeksekusi tendangan.
Baca Juga: Al-Ittihad Goda Bruno Fernandes dengan Gaji Rp675 M, Manchester United Waswas
Dalam wawancara seusai pertandingan, Bruno Fernandes mengaku kesal dengan insiden tersebut, meskipun tetap bertanggung jawab penuh atas kegagalannya mencetak gol dari titik putih.
Ia menjelaskan bahwa dirinya menempatkan kaki terlalu di bawah bola, sehingga arah bola melambung tinggi. Meski demikian, ia menyayangkan sikap wasit Chris Kavanagh yang dinilainya tidak meminta maaf setelah menyenggol dirinya.
“Saya menendang bola dengan sangat buruk. Saya menaruh kaki terlalu di bawah bola, makanya bola melambung. Tapi saya juga kesal karena wasit tidak meminta maaf setelah menyentuh saya saat saya ancang-ancang. Itu mengganggu,” ujar Bruno dalam wawancara usai pertandingan.
Baca Juga: Norwegia Sumbang Pendapatan Laga Israel untuk Gaza
Sementara itu, pelatih Manchester United Ruben Amorim juga mengungkapkan rasa kecewanya terhadap hasil imbang ini.
Ia menilai timnya layak mendapatkan kemenangan, tetapi kurang tenang dalam memanfaatkan peluang penting.
“Kami menciptakan banyak peluang, kami seharusnya bisa mengunci kemenangan. Penalti itu momen penentu. Tapi beginilah sepak bola. Kami akan kembali lebih kuat,” kata Ruben Amorim kepada BBC Sport.
Baca Juga: Gyokeres Pecah Telur dan Buktikan Kualitasnya sebagai Striker Arsenal
Editor : Akbar Sirinawa