LombokPost - Persaingan Marc Marquez vs Francesco Bagnaia jadi salah satu topik terbesar di MotoGP 2025.
Banyak penggemar berharap pertarungan keduanya akan sering terjadi, namun kenyataannya musim ini cukup berat bagi sang juara dunia dua kali, Francesco Bagnaia.
Menjelang balapan di Balaton Park lalu, kesulitan yang dialami Pecco jadi sorotan. Marc Marquez pun dimintai tanggapan oleh DAZN mengenai performa rival utamanya itu.
“Sulit dijelaskan dan dipahami karena, misalnya, pada Jumat di Austria, ia adalah pembalap dengan kecepatan terbaik, tetapi seiring berjalannya akhir pekan, performanya menurun,” ujar Marc Marquez.
Menurut Marquez, masalah utama Bagnaia adalah hilangnya rasa percaya diri dengan motor Ducati.
“Di MotoGP, situasinya seperti ini. Ketika Anda kehilangan sedikit kepercayaan diri dengan motor, Anda mulai kehilangan 0,1 detik di zona pengereman, dan ada empat atau lima zona pengereman, lalu menjadi 0,2 atau 0,3 detik pada akhir lap. Dengan begini, Anda akan terjebak dalam spiral kurangnya kepercayaan diri,” jelas pembalap nomor 93 itu.
Marquez kemudian membandingkan dengan pengalamannya sendiri. “Itulah mengapa tahun lalu saya berulang kali menekankan bahwa saya harus membangun kepercayaan diri. Ketika Anda mendapatkan kepercayaan diri, Anda dapat mencoba berbagai hal, Anda berkendara lebih bebas, dan mungkin itulah yang terjadi pada Pecco,” katanya.
Meski begitu, Marquez tetap yakin Bagnaia dan Ducati akan segera bangkit.
“Banyak hal yang menumpuk untuknya, ia lebih kaku di motor dan itu membuatnya melambat, tetapi saya yakin ia dan Ducati akan menemukan jalannya, karena saya melihat cara mereka bekerja. Ia belum lupa cara mengendarai motor karena ada sesi-sesi di mana ia melaju sangat cepat,” tambah Marquez.
Ketika ditanya apakah performa buruk Bagnaia dipengaruhi oleh “efek Marquez”, ia menjawab tegas.
“Tidak, saya tidak berpikir begitu. Pada akhirnya, saya bekerja di garasi saya, saya memberikan 100 persen usaha saya, tetapi saya tidak bisa memberitahu Anda. Saya tidak bisa memberitahu Anda karena saya selalu finis di atas rekan setim saya, jadi saya tidak bisa memberitahu Anda,” ujarnya sambil tersenyum.
Marquez lalu menegaskan bahwa Bagnaia tetap pembalap top. “Pecco adalah juara dunia dua kali, dia berada di peringkat ketiga dalam klasemen kejuaraan, dia start dari baris depan di Austria itu bukan drama. Suatu saat nanti dia akan menemukan caranya,” kata Marquez.
Editor : Rury Anjas Andita