LombokPost – Sorak sorai penonton mengiringi deru ban sepeda di lintasan BMX Meninting.
Kejuaraan Kota (Kejurkot) BMX Racing 2025 Mataram resmi digelar sejak 29 Agustus dan akan berakhir Minggu (31/8).
Ajang ini tercatat sebagai perhelatan yang berhasil menyedot atensi besar, dengan jumlah peserta mencapai 123 rider dari berbagai kategori usia.
Ketua Panitia Rizki Febian, menyampaikan laporan di hadapan Ketua KONI Kota Mataram Firadz Pariska, Ketua ISSI Kota Mataram Abd Rachman, serta jajaran pengurus lainnya.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini, dari tanggal 29 sampai 31 Agustus, kejuaraan ini bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya.
Rizki menyebut, tingginya jumlah peserta menjadi bukti besarnya minat masyarakat terhadap olahraga sepeda ekstrem ini. “Ada 123 rider yang berpartisipasi dalam berbagai kategiri usia dan klas, ini potensi luar biasa bagi pertumbuhan olahraga sepeda di Kota Mataram,” katanya.
Menurutnya, angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi juga cermin geliat olahraga BMX yang mulai mendapat tempat di hati anak-anak muda Mataram.
“Kalau kita lihat, di setiap kategori ada antusiasme yang besar, ini menandakan olahraga sepeda BMX punya masa depan yang cerah di kota ini,” lanjut Rizki.
Bagi Rizki, Kejurkot BMX 2025 adalah pencapaian yang patut diapresiasi. Ia menyebut, keberhasilan ISSI Kota Mataram menginisiasi kejuaraan ini layak dicatat sebagai sejarah baru.
“Ini prestasi luar biasa. ISSI Kota Mataram telah berhasil membuat event ini ada. Kita semua patut bangga,” tegasnya.
Panitia memastikan, balapan akan terus berlanjut hingga final esok hari. “Besok pagi mulai jam 08.00 Wita, seluruh kategori akan kita tuntaskan hingga selesai, semoga berjalan lancar dan memberi pengalaman berharga bagi semua rider,” pungkas Rizki.
Kehadiran 123 rider di lintasan BMX Mataram bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi bukti olahraga ini punya daya hidup.
Dengan dukungan KONI, ISSI, sponsor, dan masyarakat, Kejurkot BMX 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan yang melahirkan atlet-atlet masa depan.