LombokPost – Amanda Anisimova kembali menorehkan sejarah di Grand Slam. Petenis Amerika itu memastikan tempat di final US Open 2025 setelah menyingkirkan juara empat kali Naomi Osaka lewat laga dramatis tiga set, 6-7 (4), 7-6 (3), 6-3.
Hanya dua bulan setelah menembus final Wimbledon, Amanda Anisimova membuktikan dirinya bukan kebetulan.
Kemenangan atas Osaka membuatnya menjadi pemain pertama yang pernah mengalahkan bintang Jepang itu di semifinal Grand Slam.
“Naomi bermain tenis yang luar biasa. Dia benar-benar memberi saya kesempatan untuk mencapai final, dan saya tidak yakin bisa melewati garis finis,” kata Anisimova usai pertandingan.
Atmosfer di Arthur Ashe Stadium sangat panas sejak laga dimulai Kamis malam waktu setempat.
Pendukung terbagi rata: sebagian besar mendukung Amanda Anisimova di kandang sendiri, sisanya mendukung Osaka yang kembali tampil gemilang pasca-melahirkan.
Pertandingan berjalan sengit. Osaka memimpin lebih dulu setelah merebut set pertama lewat tiebreak 7-4. Namun, Anisimova membalas dengan permainan solid di set kedua, juga lewat tiebreak 7-3.
Momentum berlanjut hingga set penentuan, ketika petenis berusia 24 tahun itu berhasil melakukan break krusial dan menutup laga setelah hampir tiga jam.
Statistik juga mencatat dominasi Anisimova, dengan 50 winner di sepanjang pertandingan.
Osaka, yang sebelumnya punya rekor 47-3 di Grand Slam lapangan keras setelah unggul set pertama, kembali tumbang dari tangan Anisimova.
Kini, fokus beralih ke partai puncak. Amanda Anisimova vs Aryna Sabalenka akan menjadi final US Open 2025. Pertandingan ini juga ulangan semifinal Wimbledon musim panas lalu, di mana Anisimova sempat membuat kejutan dengan menyingkirkan Sabalenka.
Petenis putri Amerika itu mengoleksi rekor 6-3 atas Sabalenka di level WTA, termasuk kemenangan di Toronto 2024 dan Wimbledon. Jika kembali menang, Anisimova akan meraih gelar Grand Slam pertamanya.
“Ini mimpi yang menjadi kenyataan. Sekarang saya di final US Open, dan saya akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujarnya.
Editor : Rury Anjas Andita