LombokPost - Max Verstappen kembali membuktikan dirinya sebagai raja kecepatan di Formula 1 dengan merebut pole position F1 Italia 2025 di Sirkuit Monza, Sabtu (6/9).
Catatan waktunya 1 menit 18,792 detik bukan hanya menempatkannya di posisi terdepan, tetapi juga memecahkan rekor lap Monza milik Lewis Hamilton (2020).
Rata-rata kecepatan Verstappen mencapai 264,7 km/jam, rekor tertinggi dalam sejarah Formula 1.
Dominasi Max Verstappen di Grand Prix Italia 2025 terasa makin spesial karena ia unggul tipis atas rival terdekatnya, Lando Norris, dengan selisih hanya 0,077 detik.
Rekan setim Norris di McLaren, Oscar Piastri, mengunci posisi ketiga. Hasil ini membuat Verstappen meraih pole ke-45 sepanjang kariernya dan menjadi pole kelima di musim 2025.
“Yes guys! That’s unbelievable. A really good job,” seru Verstappen melalui radio tim usai melewati garis finis.
Selebrasi kecil itu menggambarkan betapa pentingnya lap sempurna di Monza, sirkuit yang dikenal sebagai Temple of Speed.
Di belakang Verstappen, Ferrari yang tampil di kandang gagal memanfaatkan momentum. Charles Leclerc hanya mampu menempati posisi keempat, membuat tifosi sedikit kecewa.
Sementara itu, Lewis Hamilton yang sempat menembus Q3 harus rela turun posisi start akibat penalti lima grid.
McLaren sendiri datang ke Monza dengan tren positif, usai serangkaian podium dan kemenangan musim ini.
Duet Norris–Piastri terbukti kompetitif, menambah drama perebutan podium di balapan Minggu.
Dengan trek lurus panjang dan peluang slipstream yang besar, start dan strategi pit stop diyakini akan menjadi kunci perebutan kemenangan di Formula 1 Italia 2025.
Tidak hanya soal catatan waktu, tetapi juga pesan simbolis: Verstappen menunjukkan bahwa Red Bull masih sanggup mengimbangi kebangkitan McLaren dan Ferrari.
Dengan rekor lap Monza terbaru ini, Verstappen mempertegas dominasinya di musim 2025, sekaligus menambah catatan sejarah pribadi.
Grand Prix Italia 2025 dipastikan akan berlangsung sengit. Verstappen start dari depan, Norris dan Piastri membuntuti, Leclerc di belakang dengan dukungan publik Monza, dan Hamilton yang ingin menebus penalti. (***)
Editor : Alfian Yusni