LombokPost - Janice Tjen menorehkan sejarah gemilang di dunia tenis Indonesia.
Petenis 22 tahun Janice Tjen melaju ke semifinal WTA Sao Paulo 2025 setelah menyingkirkan unggulan ketiga asal Filipina, Alexandra Eala, dengan skor meyakinkan 6-4, 6-1 dalam waktu 1 jam 12 menit.
Kemenangan ini membuat Janice Tjen menjadi petenis putri Indonesia pertama yang lolos ke semifinal WTA sejak Angelique Widjaja pada 2002.
Sebuah pencapaian bersejarah yang langsung mendapat sorotan publik tenis nasional.
Meski sempat tertinggal 0-3 di set pertama, Janice Tjen bangkit luar biasa.
Janice Tjen memenangkan 12 dari 14 gim berikutnya dan menutup laga dengan dominasi penuh.
Dengan agresivitas pukulan forehand dan ketenangan di momen krusial, Janice Tjen berhasil mematahkan perlawanan Eala, yang sebelumnya sedang dalam tujuh kemenangan beruntun usai meraih gelar WTA 125 Guadalajara.
“Masih terasa tidak bisa dipercaya bagiku, masih belum mengenai,” kata Janice Tjen seusai pertandingan dilansir dari wtatennis.com.
“Saya fokus pada setiap poin – terutama bermain melawan Alex Eala, kita semua tahu dia bisa kembali kapan saja – hanya mencoba untuk fokus dan tetap di dalamnya sampai akhir,” tambahnya.
Bagi Janice Tjen, hasil ini adalah catatan bersejarah. Ia bukan hanya lolos ke semifinal WTA pertamanya, tetapi juga mencetak kemenangan ke-100 sepanjang karier profesionalnya.
Performa impresif ini sekaligus membuka jalan untuk langkah lebih besar di turnamen level tertinggi.
Selanjutnya, Janice Tjen akan menghadapi unggulan keenam asal Inggris, Francesca Jones, yang sebelumnya menyingkirkan Solana Sierra. Jones mengakui permainan Tjen sangat menarik.
“Dia pemain tenis yang sangat bagus. Aku benar-benar sangat menyukai gaya permainannya. Kurasa ini akan menjadi pertandingan yang menyenangkan,” ujar Jones.
Kini, sorotan pencinta tenis Indonesia tertuju pada Janice Tjen. Jika ia mampu melangkah ke final WTA Sao Paulo, Tjen bukan hanya mencatat sejarah pribadi, tetapi juga menandai kebangkitan tenis putri Indonesia di panggung dunia.
Editor : Rury Anjas Andita