LombokPost- Legenda sepak bola Italia dan mantan pemain Real Madrid, Fabio Cannavaro, resmi mengajukan lamaran sebagai pelatih timnas China. Langkah ini diambil menyusul kekosongan kursi pelatih usai pemecatan Branko Ivankovic oleh Federasi Sepak Bola China (CFA).
Proses pencarian pelatih timnas China saat ini sedang berlangsung cepat. CFA hanya memberikan tenggat waktu 10 hari bagi para kandidat, sebuah keputusan yang menuai kritik karena dinilai terlalu terburu-buru untuk posisi sepenting ini.
Namun nama Fabio Cannavaro langsung mencuri perhatian publik. Cannavaro bukan sosok asing di sepak bola China. Ia pernah melatih dua klub Liga Super China, yaitu Guangzhou FC dan Tianjin Tianhai.
Tak hanya itu, pada 2019, pria asal Italia ini juga sempat menjabat sebagai pelatih interim timnas China, meski hanya dalam waktu singkat.
Baca Juga: Ricuh Usai Kualifikasi Piala Dunia, Pemain Israel Klaim Dihina Sepanjang Laga
Pengalaman Fabio Cannavaro di Liga Super China menjadi nilai tambah yang tak dimiliki banyak pelamar lainnya. Ia dinilai sudah mengenal kultur, karakter pemain lokal, serta tekanan yang datang dari federasi dan publik sepak bola Negeri Tirai Bambu.
Secara administratif, Cannavaro juga memenuhi semua syarat CFA. Usianya yang kini 51 tahun masih di bawah batas maksimal 60 tahun yang ditetapkan.
Ia juga dinyatakan sehat secara fisik, serta memiliki catatan profesional yang bersih, dua syarat lain yang diminta CFA untuk calon pelatih baru timnas China.
Meski demikian, publik China masih terpecah soal siapa yang paling layak menangani tim nasional mereka. Sebagian menginginkan pelatih lokal agar lebih membumi dan paham kondisi internal. Namun tak sedikit pula yang mendukung pelatih asing dengan pengalaman internasional seperti Cannavaro.
Baca Juga: Arjen Robben Puji Calvin Verdonk: Di Atas Rata-Rata Pemain Timnas Indonesia
Federasi Sepak Bola China menyadari bahwa keputusan ini sangat krusial. Penunjukan pelatih baru akan menentukan arah masa depan sepak bola mereka, termasuk target besar tampil di Piala Dunia 2030. Karena itu, meski proses seleksi berlangsung cepat, CFA disebut tetap mempertimbangkan aspek jangka panjang.
Cannavaro, dengan latar belakang sebagai kapten timnas Italia juara Piala Dunia 2006 dan karier gemilang bersama klub-klub besar seperti Real Madrid dan Juventus, jelas membawa reputasi yang kuat.
Jika terpilih, ia akan menjadi simbol ambisi China untuk mendobrak dominasi Asia dan tampil lebih kompetitif di pentas dunia.
Kini, semuanya tergantung keputusan akhir CFA. Apakah mereka akan mempercayakan masa depan sepak bola mereka kepada sosok yang sudah akrab dengan atmosfer sepak bola China, atau justru memilih arah baru?
Baca Juga: Garnacho Ungkap Messi Jadi Kunci Keputusan Pindah ke Chelsea
Editor : Siti Aeny Maryam