LombokPost - Rasanya sudah begitu lama Milanisti tidak melihat AC Milan yang begitu terorganisir, percaya diri, dan bahkan menghibur seperti saat ini.
Ada kesatuan tujuan di lapangan, sebuah kelompok yang terbentuk dengan baik, matang, dan mengikuti pelatih AC Milan Massimiliano Allegri.
Skill individu masih membuat perbedaan di AC Milan, tapi kerja sama tim juga tampak begitu baik.
Ketika AC Milan berinvestasi pada pemain seperti Luka Modric dan Adrien Rabiot, tampaklah klub membutuhkan mereka karena mentalitas dan kualitas teknik yang dimiliki.
Saat ini lini tengah AC Milan dapat dikatakan akhirnya terbentuk dengan baik, dan memiliki kelengkapan karakteristik.
AC Milan saat ini sedang membangun identitas, ada yang menyebut seperti bunglon, namun dalam arti positif.
AC Milan saat ini memang sulit diuraikan, yang pasti mampu beradaptasi dengan berbagai skenario.
Kondisi AC Milan itu agaknya berkat pelatihan pragmatis ala Massimiliano Allegri yang merangkul dengan individu-individu yang kreatif dan asosiatif.
Di belakang, pertahanan AC Milan kini begitu kokoh.
Baca Juga: Ini Kata Christian Pulisic Usai Bawa AC Milan Benamkan Udinese 3-0
Terkait hal itu, Landucci sang asisten pelatih Massimiliano Allegri di AC Milan angkat suara.
"Kami melihat datanya dan itu penting: dalam dua tahun AC Milan kebobolan 49 gol dan jika Anda ingin mencapai puncak, itu terlalu banyak. Kami melatih lini belakang dan individu," jelasnya
Ya, AC Milan yang dulu adalah klub yang tak begitu baik dalam pertahanan, dan kini hal itu dibenahi Massimiliano Allegri.
Agaknya formasi tiga bek yang diterapkan saat ini membuat AC Milan lebih kokoh di belakang. (yuk/r6)
Editor : Prihadi Zoldic