Nama mereka diabadikan sebagai nama piala di Kejuaraan Polytron Superliga Junior 2025 yang untuk pertama kalinya mempertandingkan kelompok usia 13 tahun.
Piala Tontowi Ahmad diberikan untuk kategori U-13 Putra, sedangkan Piala Liliyana Natsir diperuntukkan bagi kategori U-13 Putri.
Tontowi, peraih medali emas ganda campuran Olimpiade Rio 2016 bersama Liliyana, mengungkapkan rasa bangganya.
“Sangat bangga juga nama saya bisa ada di piala ini,” kata Tontowi. “Mudah-mudahan bisa memotivasi anak-anak agar bisa berprestasi seperti yang ada di piala yang mereka rebutkan, seperti Susi (Susanti), Liliyana, prestasinya kan sudah nggak diragukan,’’ ujar Owi, sapaan akrab Tontowi.
Sementara itu, Liliyana Natsir atau yang akrab disapa Butet, mengaku terkejut ketika pertama kali mengetahui namanya akan diabadikan dalam sebuah piala.
“Ini tahun pertama ya, ada Piala Liliyana Natsir di U-13 Putri. Kaget juga, nggak ada info sebelumnya,” tutur Butet.
Sama seperti Owi, Butet juga berharap penamaan piala ini dapat memberikan motivasi tambahan bagi para atlet muda.
“Kadang atlet belum tahu juga, karena mungkin bukan eranya dia. Jadi dengan adanya piala ini mereka jadi notice.” ujar Butet.
Editor : Redaksi Lombok Post