LombokPost-Gelaran Mandalika Racing Series (MRS) putaran keempat telah usai.
Ajang balap Kejuaraan Nasional ini tak hanya sukses secara teknis, tetapi juga menjadi bukti kesiapan Sirkuit Pertamina Mandalika untuk kembali menjadi tuan rumah MotoGP 2025.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, menyebut keberhasilan MRS sebagai tonggak penting.
“Alhamdulillah, putaran keempat Mandalika Racing Series baru saja selesai dengan baik, tidak ada satu insiden besar yang menjadi masalah utama,” ujarnya.
MRS Putaran ke-4 menjadi ajang uji coba krusial. Seluruh sistem elektronik dan non-elektronik yang vital untuk MotoGP diuji secara ketat.
Tim MGPA memastikan semua berfungsi optimal, mulai dari sensor trek, sistem timing, bendera digital, hingga kamera pendeteksi jump start.
Tak hanya itu, pos marshal juga dicek secara menyeluruh. Di area pitlane, sensor speed trap dan jaringan fiber optic diuji untuk menjamin kelancaran sistem.
“Kami menjadikan MRS sebagai ajang percobaan untuk memastikan semua alat bekerja dengan benar,” jelas Priandhi.
“Harapan kami, Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 3–5 Oktober mendatang bisa berlangsung baik, benar, dan seru” katanya.
Di balik gemuruh mesin, MotoGP punya misi yang lebih besar. Priandhi menekankan, event ini adalah etalase bagi Indonesia untuk mempromosikan budayanya ke mata dunia. MGPA akan menampilkan atraksi budaya dari berbagai daerah seperti Lombok, Bali, dan Jawa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Lombok, Bali, Jawa, dan seluruh Indonesia punya keindahan serta budaya yang bisa dibanggakan,” tambahnya.
Priandhi juga mengajak seluruh masyarakat, terutama warga Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk berpartisipasi dan meramaikan ajang ini. Dengan 11 tribun utama dan area luxury tent, sirkuit siap menampung puluhan ribu penonton.
“Mari kita sukseskan bersama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025,” pungkas Priandhi.
Suksesnya MRS menjadi bukti nyata kesiapan Mandalika untuk menyambut kembalinya MotoGP, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap penonton dan pembalap.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin