Lombok Post- Keputusan mengejutkan datang dari ajang Ballon d'Or 2025. Gelandang andalan Barcelona, Pedri, tidak masuk dalam daftar 10 besar pemain terbaik dunia versi France Football. Hasil ini langsung memicu gelombang reaksi dari fans Barcelona di media sosial, terutama di kolom komentar akun Instagram resmi Ballon d'Or, @ballondorofficial.
Pedri, yang dianggap sebagai pemain paling konsisten di skuad Barcelona selama dua musim terakhir, dinilai layak untuk bersaing di jajaran elite Ballon d'Or 2025. Penampilannya bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol mendapat banyak pujian dari pengamat sepak bola, namun tetap tidak cukup untuk menembus posisi 10 besar. Keputusan ini membuat ribuan fans Barcelona kecewa berat.
Baca Juga: Cedera Tulang Kemaluan, Yamal Absen Bela Barcelona
Komentar-komentar bernada marah dan sindiran tajam langsung membanjiri unggahan pengumuman peringkat Ballon d'Or 2025. Sebagian besar fans menyebut keputusan tersebut sebagai tidak adil dan meremehkan kontribusi besar Pedri di lapangan. Banyak yang menilai Pedri tampil jauh lebih konsisten dibanding beberapa nama yang justru masuk daftar 10 besar.
Meski gagal masuk 10 besar Ballon d'Or, Pedri tetap mendapat pengakuan luas sebagai salah satu gelandang terbaik generasinya. Ia menjadi motor permainan Barcelona di bawah arahan Hansi Flick dan berperan penting dalam keberhasilan tim menembus semifinal Liga Champions musim lalu. Performa gemilangnya juga membawa Spanyol tampil kompetitif di Euro 2024.
Fans Barcelona, yang dikenal sangat loyal, tidak tinggal diam melihat idolanya diperlakukan tak sesuai harapan. Tagar #JusticeForPedri bahkan sempat trending di media sosial X (dulu Twitter), sebagai bentuk protes terhadap keputusan panitia Ballon d'Or. Ini bukan pertama kalinya fans Blaugrana menunjukkan kekuatan mereka di dunia maya ketika pemain favorit mereka dipandang sebelah mata.
Baca Juga: Vinicius Junior Ancam Tinggalkan Real Madrid Jika Gajinya Tak Setara Mbappé
Kritik terhadap Ballon d'Or 2025 juga datang dari sejumlah jurnalis dan eks pemain, yang menilai bahwa pemilihan 10 besar tahun ini terlalu bias terhadap pencapaian tim, dan kurang mempertimbangkan kontribusi individu secara mendalam. Nama Pedri disebut-sebut layak berada di atas beberapa pemain yang lebih banyak tampil sebagai pelengkap dalam timnya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Pedri tetap menunjukkan profesionalisme. Dalam wawancara singkat usai laga terakhir Barcelona, ia menyatakan bahwa penghargaan individu bukanlah fokus utamanya, dan ia lebih memprioritaskan kesuksesan tim. Sikap dewasa itu justru membuatnya makin dicintai oleh fans Barcelona.
Dengan performa yang terus stabil dan usia yang masih sangat muda, peluang Pedri untuk meraih Ballon d'Or di masa depan masih sangat terbuka. Kekecewaan tahun ini justru bisa menjadi motivasi bagi sang gelandang untuk tampil lebih tajam dan konsisten di musim-musim berikutnya.
Baca Juga: Real Madrid Boikot Ballon d'Or 2025, Vinicius Gagal, Dembele Favorit
Editor : Akbar Sirinawa