Lombok Post - Real Madrid semakin dekat untuk mengamankan tanda tangan Marc Guehi. Bek tengah milik Crystal Palace itu kini lebih condong ke klub raksasa Spanyol tersebut dibandingkan Liverpool, yang sebelumnya sempat tertarik namun gagal merampungkan negosiasi di deadline bursa transfer lalu.
Nama Marc Guehi ke Real Madrid kini menjadi topik hangat di bursa transfer Eropa. Salah satu alasan utama Guehi lebih memilih Real Madrid adalah faktor prestise dan proyek jangka panjang yang ditawarkan di Santiago Bernabéu. Di usianya yang masih 25 tahun, kesempatan untuk menjadi bagian dari regenerasi lini belakang Los Blancos adalah tawaran yang sulit ditolak.
Namun, faktor menarik lain yang membuat transfer ini berpotensi terealisasi adalah soal status paspor Guehi. Melalui garis keturunan ayahnya, Guehi memiliki paspor Pantai Gading, yang secara otomatis membuatnya masuk dalam kategori pemain dari negara-negara ACP (Africa, Caribbean, Pacific). Ini membawa keuntungan besar lewat Cotonou Agreement.
Baca Juga: Lamine Yamal Cetak Sejarah, Raih Kopa Trophy (Pemain Muda Terbaik) Dua Kali Beruntun
Cotonou Agreement adalah perjanjian kerja sama antara Uni Eropa dengan negara-negara ACP. Dalam konteks sepak bola, perjanjian ini berdampak langsung pada kuota pemain asing di beberapa liga Eropa, termasuk La Liga Spanyol.
Biasanya, klub-klub La Liga hanya boleh memiliki maksimal tiga pemain non-Uni Eropa (non-EU) dalam skuad mereka. Namun, berkat Cotonou Agreement, pemain dari negara-negara Afrika seperti Pantai Gading tidak dihitung sebagai pemain asing. Hal ini memungkinkan klub seperti Real Madrid merekrut Marc Guehi tanpa harus mengorbankan kuota pemain non-EU mereka.
Situasi ini membuat transfer Guehi ke Real Madrid menjadi opsi ideal dan ekonomis, terlebih kontraknya di Crystal Palace akan segera berakhir. Mulai Januari 2026, Madrid sudah bebas bernegosiasi pra-kontrak tanpa harus membayar biaya transfer. Jika kesepakatan tercapai, Guehi bisa bergabung secara gratis di musim panas mendatang.
Baca Juga: Vinicius Junior Ancam Tinggalkan Real Madrid Jika Gajinya Tak Setara Mbappé
Kepergian Nacho dan cedera yang kerap membekap Eder Militao serta David Alaba membuat Real Madrid aktif mencari opsi baru di lini belakang. Marc Guehi ke Real Madrid menjadi solusi jangka panjang yang sejalan dengan visi klub: merekrut pemain muda bertalenta dengan nilai ekonomis.
Selain unggul secara teknis dan taktis, Guehi juga membawa nilai plus dari sisi administratif. Dengan paspor Pantai Gading dan dukungan Cotonou Agreement, Real Madrid tak perlu memikirkan kuota non-EU saat mendaftarkan sang pemain.
Liverpool sendiri masih tertarik untuk menghidupkan kembali negosiasi. Namun, kabarnya, pihak Guehi sudah memberikan sinyal bahwa hati sang pemain kini condong ke ibu kota Spanyol.
Dengan gabungan antara prestise, peluang bermain reguler, dan keuntungan administratif lewat Cotonou Agreement, peluang Marc Guehi ke Real Madrid sangat besar untuk terjadi. Klub ibu kota Spanyol itu bisa mendapatkan bek muda berkualitas tanpa harus mengorbankan kuota pemain asing maupun dana besar, menjadikannya langkah cerdas menjelang musim 2026.
Baca Juga: Peringkat Ballon d'Or Vinicius Jr 2025 Anjlok ke Posisi 16, Sama Seperti Nomor Punggung Rodri
Editor : Akbar Sirinawa