LombokPost – Marc Marquez kembali mengukir sejarah dalam dunia balap motor setelah mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, Minggu (28/9). Pembalap asal Spanyol itu kini resmi menyamai rekor legenda MotoGP Valentino Rossi dengan torehan tujuh gelar juara dunia di kelas premier.
Marquez memulai balapan dari posisi ketiga. Namun, seperti biasanya, ia menunjukkan ketenangan sekaligus agresivitas khasnya. Sejak awal, tekanan yang ia berikan membuat rival-rivalnya kewalahan.
Perlahan tapi pasti, Marquez merangsek ke posisi kedua setelah menyalip Pedro Acosta yang ada di belakang Pecco Bagnaia yang memimpin balapan sejak awal. Hingga akhirnya, bendera finis dikibarkan, Marquez melintasi garis finish di belakang rekan setimnya Pecco Bagnaia dan memastikan gelar dunia ketujuhnya di kelas MotoGP dengan mengoleksi 541 poin.
Marquez unggul dengan selisih 202 poin dari sang adik Alex Marquez yang berada di posisi kedua dan selisih 267 poin dari Pecco Bagnaia.
Ini menjadi momen luar biasa bagi Marquez dan para penggemarnya. Tidak pernah dibayangkan baby allien bisa menyamai rekor Valentino Rossi bahkan berpotensi melampauinya.
Lengkapi Koleksi 9 Gelar Dunia
Kemenangan ini juga menambah daftar panjang prestasi Marquez. Sejak debutnya di ajang Moto-3, Marquez sudah mengoleksi sembilan gelar juara dunia, dengan rincian satu gelar di Moto-3, satu gelar di Moto-2, dan 7 gelar di MotoGP. Catatan tersebut membuatnya masuk ke dalam jajaran elit pembalap sepanjang masa, sejajar dengan nama-nama besar seperti Rossi, Giacomo Agostini, dan Mick Doohan.
Marquez sendiri terkenal sebagai pembalap yang mampu bangkit dari masa-masa sulit. Cedera parah di lengan kanan yang sempat membuatnya absen panjang pada 2020 dan 2021, kini seperti tinggal kenangan. Dengan konsistensi serta tekad baja, ia kembali membuktikan diri sebagai raja MotoGP modern.
Rekor Rossi Tersamai
Valentino Rossi, legenda asal Italia, dikenal sebagai ikon MotoGP dengan tujuh gelar dunia di kelas tertinggi. Selama bertahun-tahun, rekor itu seolah sulit tersentuh. Namun, Marquez akhirnya berhasil menyamainya setelah bertarung ketat sepanjang musim 2025.
Meski begitu, Marquez dalam beberapa kesempatan enggan dibanding-bandingkan dengan Rossi. “Vale adalah idola banyak orang, termasuk saya. Saya tidak pernah berpikir untuk melewati atau menyamai dia. Saya hanya mencoba memberikan yang terbaik di lintasan. Bisa punya jumlah gelar sama dengannya adalah kehormatan besar,” tutur Marquez dalam beberapa kesempatan.
Gelar Juara Dunia yang Terulan di Motegi Jepang
Sirkuit Twin Ring Motegi seolah menjadi arena spesial bagi Marquez. Catatan kemenangannya di Jepang cukup mengesankan. Sirkuit sepanjang 4,8 kilometer ini dikenal menuntut teknik pengereman tajam serta konsistensi di tikungan, sesuatu yang memang menjadi keunggulan Marquez.
Dengan kemenangan di Motegi, Marquez sekaligus mengulang kejayaannya di sirkuit ini. Tahun 2018 lalu, Marquez juga berhasil meraih juara dunia kala membela tim Repsol Honda. Musim ini, konsistensi finis podium dalam beberapa seri terakhir membuatnya tak terkejar di klasemen.
Dengan gelar kesembilan secara keseluruhan, Marquez tentu belum akan berhenti. Usianya yang masih relatif prima sebagai pembalap memberi sinyal bahwa ia masih bisa menambah koleksi gelarnya. Musim depan diprediksi bakal lebih sengit, mengingat para rival seperti Francesco Bagnaia, Jorge Martin, dan Fabio Quartararo juga akan berusaha merebut tahta.
Namun, untuk saat ini, panggung MotoGP kembali jadi milik Marc Marquez. Sang “Baby Alien” membuktikan dirinya sebagai salah satu pembalap terbesar sepanjang sejarah, sekaligus menyamai rekor sang legenda, Valentino Rossi.
Editor : Siti Aeny Maryam