Lombok Post – France Football resmi merilis total perolehan poin dalam voting Ballon d'Or 2025, yang mengukuhkan kemenangan Ousmane Dembele sebagai pemain terbaik dunia tahun ini.
Hasil ini memperlihatkan betapa dominannya pemain Paris Saint-Germain tersebut dalam penilaian jurnalis sepak bola dunia.
Dembele tampil luar biasa sepanjang musim bersama PSG, dan itu tercermin dalam total perolehan 1.367 poin yang ia kumpulkan.
Tak hanya unggul, ia juga menjadi satu-satunya pemain yang mampu menjauhkan diri secara signifikan dari pesaing terdekatnya, wonderkid Barcelona, Lamine Yamal.
Lamine Yamal berada di posisi kedua dengan 1.046 poin.
Meski kalah dalam jumlah suara, pencapaian ini sangat mengesankan bagi pemain muda berusia 18 tahun tersebut, yang kini mencatatkan sejarah sebagai salah satu remaja dengan skor voting tertinggi dalam sejarah Ballon d'Or.
Baca Juga: Pogba Pimpin Petisi Boikot Israel dari Sepak Bola, 51 Atlet Dunia Desak UEFA Bertindak
Selain dua nama besar itu, muncul beberapa kejutan dalam daftar lima besar. Gelandang PSG asal Portugal, Vitinha, berhasil masuk ke dalam radar pengamat dunia setelah mengumpulkan 703 poin.
Performanya yang konsisten di lini tengah musim ini menjadi kunci keberhasilan PSG di liga domestik dan Eropa.
Mohamed Salah juga tetap menunjukkan eksistensinya. Kapten timnas Mesir dan pemain andalan Liverpool itu mencetak 657 poin, berkat kontribusinya dalam Premier League dan turnamen internasional.
Raphinha dari Barcelona melengkapi lima besar dengan raihan 620 poin, setelah menjalani musim yang solid di La Liga.
Dengan rilis poin resmi ini, publik mendapat gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana penilaian dilakukan dalam ajang Ballon d'Or.
Tidak hanya soal trofi atau gelar juara, tapi juga konsistensi, kontribusi tim, dan dampak individual sepanjang musim.
Baca Juga: Peringkat Ballon d'Or Vinicius Jr 2025 Anjlok ke Posisi 16, Sama Seperti Nomor Punggung Rodri
Dominasi Dembele dalam voting ini menandai kebangkitan kembali pemain sayap yang sebelumnya sempat diragukan karena cedera.
Di sisi lain, munculnya Lamine Yamal memperlihatkan bahwa generasi baru sepak bola kini benar-benar siap bersaing di level tertinggi.
Ballon d'Or 2025 tidak hanya berbicara soal siapa yang menang, tetapi juga tentang bagaimana skor akhir mencerminkan perubahan generasi, munculnya nama-nama baru, dan terus berjalannya tradisi pengakuan terhadap performa terbaik di lapangan hijau.
Baca Juga: Pep Guardiola Sebut Manchester City Bukan Kandidat Juara Liga Champions 2025/26
Editor : Kimda Farida