LombokPost – Jannik Sinner datang ke Rolex Shanghai Masters 2025 dengan semangat baru.
Petenis Italia itu tampil terbuka soal perubahan dalam permainannya usai kekecewaan di final US Open 2025 melawan Carlos Alcaraz.
Jannik Sinner, yang kini berusia 24 tahun, mengaku sudah melakukan beberapa penyesuaian kecil usai kegagalan meraih gelar Grand Slam dan posisi No. 1 dunia.
Responsnya cukup cepat: hanya tiga minggu setelah US Open, Sinner sukses merebut gelar ATP 500 Beijing untuk kedua kalinya. Kini, ia bertekad mempertahankan gelar Shanghai Masters.
“Saya bukan satu-satunya yang berubah,” kata Sinner dalam konferensi pers pra-turnamen di Shanghai.
“Setiap pemain mencoba banyak hal untuk menjadi lebih baik. Apa pun yang kami lakukan bukan langkah gila, hanya penyesuaian. Ada beberapa pukulan yang lebih baik, ada juga yang masih bisa ditingkatkan,” sambungnya.
Tahun lalu, Jannik Sinner mengalahkan Novak Djokovic di final Shanghai Masters. Musim ini, peluang bertemu lagi terbuka jika keduanya mencapai semifinal.
Namun, fokusnya kini adalah laga perdana melawan Daniel Altmaier. Rekor keduanya imbang 1-1, dengan Altmaier menang dramatis di Roland Garros 2023.
Jannik Sinner juga menegaskan sudah pulih dari sakit perut yang sempat mengganggunya di Beijing. Ia hanya menjalani satu sesi latihan sebelum turun di babak pertama Shanghai Masters 2025.
“Rasanya luar biasa bisa kembali ke sini. Ini turnamen spesial, yang terakhir di Asia,” ucapnya.
Jannik Sinner kini sudah memastikan tiket ke Nitto ATP Finals 2025, tetapi ambisinya lebih besar: merebut gelar ATP Akhir Tahun No. 1 yang dipersembahkan PIF.
Ia masih tertinggal 2.580 poin dari Carlos Alcaraz dalam PIF ATP Live Race To Turin. Menariknya, Alcaraz memilih absen di Shanghai, memberi peluang bagi Sinner untuk memperpendek jarak.
Shanghai Masters 2025 pun menjadi panggung penting bagi Jannik Sinner untuk menjaga konsistensi dan membuktikan dirinya sebagai pesaing utama perebutan peringkat No. 1 dunia.
Editor : Rury Anjas Andita