LombokPost - Raul Fernandez akhirnya memecahkan kutukan empat tahun tanpa podium di kelas utama MotoGP.
Di Sprint MotoGP Mandalika 2025, rider Aprilia itu finis di posisi ketiga dan mengaku sempat “lupa cara mengendarai motor” karena gugup menjelang garis finis.
Bagi Raul Fernandez, podium di Mandalika ini terasa seperti mimpi yang terwujud setelah perjalanan panjang penuh frustrasi.
Pembalap Spanyol berusia 24 tahun itu memulai balapan dari posisi ketiga, mempertahankan kecepatannya sepanjang 13 lap Sprint MotoGP Indonesia, dan akhirnya menyegel podium ketiga di bawah Marco Bezzecchi dan Fermin Aldeguer.
“Saya sangat senang. Setelah empat tahun sulit di mana kami tidak pernah kompetitif, ini benar-benar luar biasa,” kata Raul Fernandez kepada Crash.net.
“Terkadang di sprint saya sampai lupa bagaimana cara mengendarai motor karena gugup, terutama di lap terakhir,” tambahnya.
Raul Fernandez tidak menutupi ketegangannya saat memperebutkan podium perdananya di Mandalika.
Bayangan insiden pahit di Catalunya musim lalu, ketika ia terjatuh saat memimpin Sprint, menghantuinya di putaran-putaran akhir.
“Terakhir kali saya berada di posisi seperti ini, saya membuat kesalahan. Jadi hari ini saya fokus mengatur ritme, terutama ketika Marco [Bezzecchi] menyalip dan Alex [Marquez] agak jauh di belakang saya,” ujarnya.
Bezzecchi Menang Dramatis, Aldeguer Gigit Jari
Sprint MotoGP Mandalika 2025 sendiri menghadirkan drama sengit. Marco Bezzecchi yang sempat kehilangan posisi di awal balapan, melakukan comeback luar biasa.
Rider Italia itu merebut kemenangan dari Fermin Aldeguer di tikungan terakhir dengan selisih hanya 0,157 detik.
Aldeguer, yang sempat memimpin sebagian besar lap, harus puas di posisi kedua. Raul Fernandez mengamankan podium ketiga — yang pertama baginya di kelas utama — sekaligus mengukuhkan kebangkitan Aprilia di Mandalika.
Insiden Marquez dan Ancaman Penalti Ban
Drama lain datang dari Marc Marquez yang terkena penalti “Long Lap” akibat kontak dengan Alex Rins di awal lomba. Insiden itu membuat Marquez hanya mampu finis ketujuh.
Selain itu, Luca Marini dilaporkan berpotensi mendapat penalti karena tekanan ban yang tidak sesuai regulasi, yang bisa memengaruhi hasil akhir sprint.
Podium yang Menghidupkan Kembali Senyum Fernandez
Raul Fernandez menegaskan bahwa podium ini bukan hanya soal trofi, tetapi juga kelegaan mental setelah bertahun-tahun terpuruk.
“Hari ini aku tersenyum di atas motor — sesuatu yang jarang terjadi selama masa-masa sulit ini,” kata Fernandez yang menyebut dukungan dari adiknya, Adrian Fernandez, sangat berarti dalam mengembalikan semangatnya.
Pembalap Aprilia ini berharap bisa tampil konsisten di race utama Minggu ini. Namun ia menolak memasang target muluk.
“Saya ingin menikmatinya saja. Balapan Minggu akan berbeda, butuh manajemen ban yang tepat. Kami akan fokus tenang dan melakukan yang terbaik,” ujarnya.
Mandalika Jadi Saksi Kebangkitan Fernandez
Podium di Sprint MotoGP Mandalika 2025 ini menjadi momentum kebangkitan Raul Fernandez sekaligus menandai sejarah baru baginya bersama Aprilia.
Di hadapan penonton Indonesia yang memadati Sirkuit Mandalika, Fernandez akhirnya membayar kerja keras selama empat tahun.
MotoGP Mandalika 2025 jelas menjadi panggung dramatis: Bezzecchi meraih kemenangan gemilang, Aldeguer menelan kekecewaan, Marquez dihukum penalti, dan Raul Fernandez menemukan kembali rasa percaya diri yang lama hilang.
Dengan hasil ini, para penggemar menunggu apakah Raul Fernandez mampu melanjutkan momentum pada race utama hari Minggu dan menambah koleksi podium. (***)
Editor : Alfian Yusni