Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Marc Belum Akhiri “Kutukan” Mandalika Akibat Kecelakaan Diduga Patah Tulang Selangka Kanan, Aldeguer Ukir Sejarah di Mandalika

Pujo Nugroho • Senin, 6 Oktober 2025 | 11:10 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Balapan utama MotoGP Mandalika 2025 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika berlangsung di luar dugaan dan penuh drama, Minggu (5/10).

Race kali ini ditandai dengan tersingkirnya dua nama besar, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, yang membuat Fermin Aldeguer melenggang tak terkejar untuk mengunci juara MotoGP Mandalika.

Sirkuit Mandalika menjadi momok bagi Marc Marquez. Pembalap Ducati Lenovo Team itu kembali gagal menuntaskan balapan utama. Marc sudah crash sesaat setelah start di tikungan 7 setelah ditabrak Marco Bezzecchi pada bagian belakang motornya. Kedua pembalap tidak bisa melanjutkan balapan.

Catatan buruk ini melengkapi “kutukan” Marc di Mandalika. Sebab sejak 2022, ia belum pernah menyelesaikan race utama apalagi meraih podium di sirkuit kebanggaan Indonesia ini.

Marc seakan tak berkutik di Sirkuit Mandalika. Berbeda dengan hasil yang didapat di seri lainnya. Marc tercatat menyapu bersih Sprint Race dan Race di Thailand, Argentina, Qatar, Aragon, Italia, Belanda, Jerman, Cekoslovakia, Austria, dan Hungaria. Ditambah menjadi juara di race San Marino, meskipun dalam Sprint Race tidak mendapatkan poin.

Drama crash tak berhenti di situ. Di lap 9, giliran Francesco Bagnaia, yang kehilangan kendali dan crash, memaksanya keluar dari kompetisi. Dengan insiden yang menimpa Bagnaia dan Maruqez, tidak ada wakil Ducati Lenovo Team yang tersisa di lintasan hingga akhir balapan.

Di tengah kekacauan yang terjadi, Fermin Aldeguer tampil ganas dan memimpin balapan sejak pertengahan race. Aldeguer, yang memulai start dari grid 2, awalnya bersaing sengit dengan Pedro Acosta. Keduanya saling salip di beberapa tikungan hingga lap 8.

Namun, Fermin Aldeguer berhasil lepas dari tekanan. Sejak lap 10, ia mulai memimpin balapan dengan jarak yang signifikan. Pada lap 17, selisih waktu antara Aldeguer dengan pembalap di posisi kedua sudah mencapai enam detik.

Fermin Aldeguer tampak sangat nyaman di posisi pertama pada dua lap terakhir. Dengan gap yang sangat jauh dari pesaingnya, pembalap muda ini berhasil menuntaskan balapan dan memastikan diri sebagai juara MotoGP Mandalika 2025.

Kemenangan ini merupakan torehan bersejarah baginya karena untuk pertama kalinya sejak musim 2025, pembalap BK8 Gresini Racing Team ini berhasil menduduki podium pertama. ”Ini momen spesial bagi saya dan tim saya,” ujarnya.

MotoGP Mandalika menjadi sangat spesial bagi Aldeguer. Karena mencatatkan dua kali naik podium. Pada sprint race, Aldeguer berhasil finis di posisi dua.

”Meskipun tadi memimpin jauh tapi saya tetap fokus untuk menyelesaikan balapan tanpa kesalahan. Hasilnya sesuai yang saya harapkan,” imbuhnya.

Sementara Aldeguer melenggang sendirian, pertarungan panas justru terjadi di belakangnya untuk memperebutkan posisi kedua. Persaingan ini melibatkan Pedro Acosta, Luca Marini, dan Raul Fernandez.

Di lap-lap akhir, perebutan podium kedua dan ketiga berlangsung intens antara Pedro Acosta, Alex Marquez, dan Brad Binder. Akhirnya Pedro Acosta yang bernaung di Red Bull KTM Factory Racing menuntaskan balapan di posisi kedua dan Alex Marquez menyusul di belakangnya.

”Balapan tadi memang cukup ketat dan sulit. Banyak tekanan dari pembalap lain,” kata Pedro Acosta.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Rekan Aldeguer, Alex Marquez yang finis di posisi tiga mengatakan ini akhir pekan yang bagus bagi dirinya. ”Mendapatkan poin adalah hal yang penting sekarang. Ini hasil yang bagus bagi diri saya,” tandasnya.

Meskipun hasil MotoGP Mandalika ini diwarnai banyak crash dan kegagalan bintang besar, kemunculan Fermin Aldeguer sebagai juara MotoGP baru memberikan warna tersendiri di Sirkuit Mandalika.

Melengkapi sepuluh besar MotoGP Mandalika adalah Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) di posisi empat. Luca Marini (Honda HRC Castrol) di posisi lima. Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) di posisi enam. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP Team) posisi tujuh.

Kemudian Franco Morbideli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) di posisi delapan. Fabio Di Giannantoio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) di posisi sembilan. Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP Team) di posisi sepuluh.

Marc Alami Cedera Bahu

Insiden yang dialami Marc Marquez bersama Marco Bezzecchi ternyata membutuhkan penanganan khusus.

Manager Ducati Davide Tardozzi mengonfirmasi cedera yang dialami Marc, yakni mengalami patah tulang bahu kanan.

”Ada indikasi patah tulang di bahu kanan. Ia akan langsung diterbangkan ke Spanyol untuk pemeriksaan lanjutan dan menentukan apakah perlu operasi,” kata Tardozzi.

Dokter di paddock menduga Marc mengalami patah pada clavicle (tulang selangka kanan). Hasil X-ray menunjukkan adanya keretakan, namun tim medis masih menunggu hasil scan di Barcelona untuk memastikan langkah operasi.

SELEBRASI: Pembalap Ducati Gresini Racing Fermin Aldeguer menyentuh garis finis dan disambut timnya pada balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Minggu (5/10).
SELEBRASI: Pembalap Ducati Gresini Racing Fermin Aldeguer menyentuh garis finis dan disambut timnya pada balapan MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Minggu (5/10).

Marc dijadwalkan diterbangkan ke Barcelona malam ini menggunakan jet medis untuk menjalani perawatan di rumah sakit yang pernah menangani cedera lengan kirinya pada 2020 lalu. Jika harus menjalani operasi, Marc kemungkinan besar akan absen di MotoGP Australia pekan depan. (puj/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#MotoGP #Sirkuit #Mandalika #pertamina #lintasan