LombokPost – Hanya sehari setelah menjuarai China Open 2025, petenis asal Amerika Serikat Amanda Anisimova resmi mundur dari Wuhan Open akibat cedera betis kiri. Keputusan ini diambil usai menjalani pekan yang melelahkan di Beijing.
Amanda Anisimova, yang baru saja meraih gelar WTA 1000 keduanya musim ini, mengaku sempat merasakan nyeri sejak babak ketiga turnamen China Open.
Petenis peringkat 4 dunia Amanda Anisimova sempat bertahan dan menunjukkan performa luar biasa, termasuk kemenangan telak atas Coco Gauff di semifinal.
“Saya merasakan nyeri di kaki dan betis saya hingga babak ketiga,” ujar Amanda Anisimova yang juga finalis Grand Slam dua kali itu setelah final China Open.
“Saya hanya merasa sakit sepanjang hari saat berjalan. Saya masih merasakan sedikit rasa sakit, tapi itu bukan masalah besar. Itu hanya rasa sakit dan nyeri yang mengganggu,” sambung Amanda Anisimova.
Meski mengalami cedera betis, Amanda Anisimova menegaskan kondisinya tidak mengancam sisa musim ini.
“Hal baiknya adalah pada akhirnya tidak ada yang membatasi atau menghalangi saya untuk terus bermain selama sisa musim ini,” tambahnya.
Selain cedera, kondisi fisik Anisimova juga sempat terganggu oleh pencabutan gigi bungsu sebelum turnamen dimulai.
Namun, hal itu tidak menghentikannya untuk menampilkan permainan gemilang di Beijing dan memastikan tempat di WTA Finals Riyadh 2025, yang akan digelar mulai 1 November mendatang.
Saat ini, Anisimova masih tercatat untuk tampil di Aux Ningbo Open pekan depan, meski keputusan akhir akan bergantung pada pemulihan betis kirinya.
Amanda Anisimova kini menempati peringkat ke-4 dalam Peringkat WTA PIF, tetapi telah melampaui Coco Gauff di Race to the WTA Finals 2025 untuk menempati posisi ketiga.
Sementara itu, Coco Gauff akan beraksi di Wuhan Open 2025, berupaya mengejar poin demi mengamankan posisi unggulan tinggi di turnamen akhir musim.
Editor : Rury Anjas Andita