LombokPost – Harapan Jannik Sinner untuk merebut gelar peringkat 1 akhir tahun ATP 2025 yang dipersembahkan oleh PIF semakin menipis.
Kekalahan di Rolex Shanghai Masters 2025 membuat Carlos Alcaraz kini memegang kendali penuh dalam persaingan menuju posisi tertinggi dunia.
Petenis Italia Jannik Sinner sebelumnya terpaksa mundur pada set ketiga melawan Tallon Griekspoor akibat kram otot.
Hasil tersebut membuat Jannik Sinner tertinggal 2.540 poin dari Carlos Alcaraz dalam PIF ATP Live Race To Turin, klasemen yang menjadi barometer resmi untuk perebutan peringkat 1 akhir tahun.
Meski peluang Jannik Sinner belum sepenuhnya tertutup, ia harus tampil nyaris sempurna di sisa musim ini untuk menjaga asa.
Jadwal padat menantinya di Wina, ATP Masters 1000 Paris, dan Nitto ATP Finals Turin.
Dari tiga ajang itu, Jannik Sinner berpotensi mengumpulkan maksimal 3.000 poin jika meraih semua gelar.
Sementara itu, Carlos Alcaraz masih akan tampil di Paris Masters dan ATP Finals, dengan peluang tambahan 2.500 poin. Dengan kondisi saat ini, unggulan asal Spanyol itu punya jalur yang lebih aman menuju gelar ATP Akhir Tahun No. 1.
Seandainya Jannik Sinner mampu mempertahankan gelar Shanghai Masters, selisih poinnya akan berkurang menjadi 1.590 poin dari Alcaraz, membuka peluang perebutan sengit di penghujung musim.
Namun kini, satu-satunya harapan Jannik Sinner adalah meraih gelar besar di Eropa sambil berharap Carlos Alcaraz tersingkir lebih awal di Paris atau Turin.
Menurut ATP Infosys Stats, Carlos Alcaraz memiliki rekor 67-7 musim ini, sementara Jannik Sinner 43-6.
Alcaraz sebelumnya menutup musim 2022 sebagai peringkat 1 akhir tahun, sedangkan Sinner mencapainya pada 2024.
Tidak ada petenis lain yang memiliki peluang realistis untuk merebut gelar ATP Akhir Tahun No. 1 yang dipersembahkan oleh PIF musim ini.
Semua mata kini tertuju pada duel dua raksasa muda tenis dunia — Jannik Sinner vs Carlos Alcaraz — dalam perebutan supremasi akhir tahun.
Editor : Rury Anjas Andita