LombokPost - Perhelatan akbar PON Beladiri 2025 Kudus akhirnya resmi dibuka. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman secara langsung meresmikan multievent olahraga beladiri nasional yang bersejarah ini pada Sabtu (11/10).
Ajang kolaborasi antara KONI Pusat dengan Djarum Foundation ini mengusung tema menggugah, ‘Bela Diri itu Prestasi’, menunjukkan ambisi besar untuk menggebrak kancah internasional.
Kolaborasi antara KONI Pusat dan Djarum Foundation ini memiliki tujuan fundamental yakni memberikan pengalaman kompetisi berkualitas nasional yang dibutuhkan atlet demi meraih prestasi pada ajang lebih tinggi.
Indonesia tengah serius mempersiapkan atlet untuk mewujudkan Target Olimpiade 2044, yakni masuk peringkat lima besar dunia. Target ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 Presiden RI Prabowo Subianto tentang pemenuhan Prestasi Olahraga Nasional.
Gelaran PON Beladiri 2025 Kudus menghadirkan sepuluh cabang olahraga yakni pencak silat, tarung derajat, karate, taekwondo, gulat, judo, jujitsu, sambo, kempo, hingga wushu.
Tercatat lebih dari 2.000 atlet dari berbagai provinsi ambil bagian, berlaga memperebutkan 223 nomor pertandingan. Marciano Norman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang dibangun bersama Djarum Foundation.
”Saya menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghormatan yang setinggi-tingginya atas kolaborasi bersama Djarum Foundation dalam menyelenggarakan PON Beladiri 2025 Kudus,” kata Ketum KONI Pusat.
Marciano Norman juga menggarisbawahi posisi strategis cabang olahraga beladiri. Kontribusi cabor beladiri sangat besar yakni menyumbang 74 medali di SEA Games 2021 (30,7 persen) dan melonjak menjadi 131 medali di SEA Games 2023 (47,46 persen).
Marciano Norman yakin dampak positif kompetisi PON Beladiri 2025 Kudus akan terukur dari prestasi olahraga nasional di kancah internasional. Ia menyebut bahwa juara-juara yang lahir di PON Beladiri 2025 Kudus inilah yang akan menjadi wakil Indonesia di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade 2044.
“Ke depan, atlet-atlet bela diri yang mewakili Indonesia pada single/multievent internasional adalah atlet-atlet, juara PON Beladiri 2025 yang akan lahir di Kudus,” tegas Marciano Norman.
Sementara itu, Menpora RI yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Dr. Raden Isnanta, menyebut PON Beladiri ini bersejarah, melengkapi fungsi PON sebagai alat perjuangan dan pemersatu, kini menjadi alat prestasi olahraga nasional.
Apresiasi tinggi disampaikan kepada seluruh kontingen, atlet, dan KONI pusat dan provinsi. Marciano Norman menutup sambutannya dengan harapan agar Djarum Foundation dapat terus menjadi mitra dan menggelar seluruh cabang olahraga beladiri di masa mendatang, demi tercapainya target Olimpiade 2044 bagi Indonesia.
Editor : Pujo Nugroho