LombokPost – Final Rolex Shanghai Masters 2025 bakal menyuguhkan kisah luar biasa yang tak pernah dibayangkan dunia tenis. Dua sepupu, Arthur Rinderknech dan Valentin Vacherot, akan saling berhadapan di partai puncak ATP Masters 1000 setelah sama-sama menyingkirkan mantan petenis nomor satu dunia.
Arthur Rinderknech menumbangkan Daniil Medvedev, sementara Valentin Vacherot membuat sensasi dengan mengalahkan Novak Djokovic, peraih 100 gelar ATP Tour. Hasil mengejutkan ini membuat keduanya menulis sejarah — untuk pertama kalinya dua sepupu bertemu di final Masters 1000.
“(Itu) mimpi yang tak terbayangkan. Bahkan dalam mimpi terbesar sekalipun, kami tak bisa membayangkannya,” ujar Arthur Rinderknech usai memastikan tempat di final Shanghai Masters 2025. “Saya rasa kami pasti telah melakukan beberapa hal baik sehingga pantas mengalami hal luar biasa seperti ini,” sambungnya.
Sepupu dari Prancis dan Monaco yang Menembus Batas
Kisah Rinderknech vs Vacherot tidak hanya tentang bakat, tetapi juga tentang hubungan darah dan kerja keras. Keduanya tumbuh bersama, bermain tenis sejak kecil, dan bahkan sempat menjadi rekan satu tim di Texas A&M University. Kini, mereka bertemu di panggung terbesar — final Rolex Shanghai Masters 2025.
Rinderknech, petenis asal Prancis berusia 30 tahun, mencapai peringkat tertingginya di posisi 28 ATP Live Rankings. Ia dikenal dengan servis keras dan permainan menyerang yang mematikan. Petenis ini sebelumnya juga menumbangkan Alexander Zverev di Wimbledon dan kembali mengulanginya di Shanghai.
Sementara itu, Valentin Vacherot dari Monaco datang ke turnamen ini hanya dengan satu kemenangan ATP Tour dalam kariernya. Namun di Shanghai, ia menjelma jadi kisah dongeng: mengalahkan Holger Rune, Tallon Griekspoor, Tomas Machac, dan Alexander Bublik, sebelum membuat keajaiban dengan menumbangkan Djokovic.
“Seperti Dongeng”
Pelatih sekaligus saudara tirinya, Benjamin Balleret, menyebut perjalanan Vacherot di Shanghai Masters 2025 sebagai “dongeng nyata”. “Dia mencetak sejarah untuk dirinya sendiri dan untuk Monaco. Ini sesuatu yang bahkan tak bisa dipercaya. Val sungguh luar biasa minggu ini,” ujarnya.
Kini, Valentin Vacherot telah menembus Top 60 dunia dan berpotensi naik ke peringkat 40 ATP jika menjuarai final Shanghai Masters 2025. Ia juga menjadi petenis Monaco pertama yang mencapai semifinal dan final turnamen ATP Masters 1000.
Persaingan Keluarga di Final Shanghai Masters 2025
Meski bertemu sebagai lawan di final, keduanya tetap menaruh rasa saling menghormati. Setelah Rinderknech menaklukkan Medvedev, Vacherot turun ke lapangan dan memeluk sepupunya dengan penuh emosi.
“Saya bersembunyi agar dia tak melihat saya, tapi jantung saya berdebar lebih kencang dari saat pertandingan. Rasanya luar biasa,” kata Vacherot sambil tertawa.
Sebelumnya, kedua sepupu ini pernah bertemu satu kali di ajang ITF Prancis 2018, di mana Rinderknech menang straight set. Namun kali ini, panggungnya berbeda: final ATP Masters 1000 di Shanghai.
“Besok memang akan ada dua pemenang. Tentu saja ada pertandingan, tapi hari ini kami sudah memenangkan segalanya,” ujar Rinderknech.
Final Bersejarah di Shanghai
Tak ada yang memprediksi final Rinderknech vs Vacherot di Rolex Shanghai Masters 2025, tapi dunia tenis kini menyaksikan sejarah. Dua sepupu yang dulu bermain bersama di lapangan kecil kini berebut mahkota besar Masters 1000.
Kemenangan siapa pun nanti, kisah ini sudah memastikan satu hal: tenis adalah tentang mimpi, darah, dan kerja keras.
Editor : Rury Anjas Andita