Lombok Post — Dunia sepak bola diguncang oleh hasil mengejutkan dari ajang Piala Dunia U-20 2025 di Cile. Untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang sepak bola Brasil, tim nasional U-20 mereka gagal lolos dari fase grup. Kegagalan ini menjadi catatan paling kelam dalam sejarah perkembangan sepak bola muda Brasil.
Dalam laga terakhir Grup C, Brasil U-20 takluk 0-1 dari Spanyol lewat gol tunggal Iker Bravo, kapten tim muda yang kini bermain di Serie A bersama Udinese. Hasil itu membuat Brasil menutup babak grup sebagai juru kunci dengan hanya 1 poin, tanpa satu pun kemenangan dari tiga pertandingan.
Brasil U-20 berada di dasar klasemen Grup C, kalah dari Maroko yang menjadi juara grup dengan 6 poin, disusul Meksiko (5 poin) sebagai runner-up, dan Spanyol (4 poin) di posisi ketiga. Maroko sebelumnya mencetak kejutan dengan kemenangan atas Spanyol (2-0) dan Brasil (2-1), sementara Meksiko mengamankan tiket 16 besar usai menundukkan Maroko 1-0 lewat penalti Gilberto Mora. Di babak berikutnya, Meksiko akan menghadapi tuan rumah Cile.
Kegagalan Brasil U-20 ini membuat banyak pihak mempertanyakan arah regenerasi sepak bola Brasil. Apalagi, tim senior mereka juga tengah mengalami penurunan performa dalam beberapa tahun terakhir. Dari lini belakang hingga lini depan, skuad muda Brasil dinilai tampil tanpa identitas permainan yang selama ini dikenal dunia: cepat, atraktif, dan penuh kreativitas.
Brasil gagal lolos dari fase grup di turnamen yang sebelumnya selalu menjadi ladang prestasi. Sebagai pemilik lima gelar Piala Dunia senior dan lima gelar Piala Dunia U-20, Brasil punya reputasi sebagai pabrik bakat sepak bola dunia. Namun kini, reputasi itu tengah berada di ujung tanduk.
Pengamat sepak bola Amerika Selatan menyebut kegagalan ini sebagai sinyal krisis sistemik dalam pembinaan usia muda. Banyak yang menyoroti kurangnya kompetisi internal yang kompetitif, serta bergesernya fokus akademi ke arah bisnis ekspor pemain ke Eropa.
Baca Juga: Pep Guardiola Sebut Manchester City Bukan Kandidat Juara Liga Champions 2025/26
Meski federasi Brasil (CBF) belum memberikan pernyataan resmi, tekanan dari publik dan media lokal sangat tinggi. Banyak yang menuntut evaluasi total terhadap struktur pembinaan pemain muda yang dianggap gagal menjaga standar tinggi sepak bola Brasil.
Kegagalan Brasil U-20 di Piala Dunia U-20 2025 menjadi momen refleksi besar. Bukan sekadar soal kalah di lapangan, tapi lebih dalam soal hilangnya arah regenerasi dan identitas sepak bola yang selama ini dibanggakan sebagai milik negeri Samba.
Baca Juga: Indonesia Dipastikan Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Kalah 0-1 dari Irak
Editor : Jelo Sangaji