LombokPost – Persahabatan tetap terjaga, meski gelar juara hanya milik satu orang.
Coco Gauff menutup perjalanan gemilangnya di Wuhan Open 2025 dengan gelar juara setelah mengalahkan sahabat sekaligus mantan rekan gandanya, Jessica Pegula, dalam final penuh emosi pada Minggu (12/10).
Coco Gauff menang straight set 6-4, 7-5 dalam waktu 1 jam 42 menit untuk merebut gelar WTA 1000 keduanya tahun ini, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkannya di final lapangan keras menjadi 9-0.
“Ketika saya datang ke tur, Anda adalah salah satu orang pertama yang bersikap baik kepada saya. Itu sangat berarti, jadi saya menghargai Anda,” ucap Gauff kepada Pegula dalam pidato kemenangannya.
Gauff Juara Wuhan Open tanpa Kehilangan Set
Kemenangan Coco Gauff di Wuhan Open 2025 mencatat sejarah baru. Ia menjadi pemain pertama yang menjuarai Wuhan Open tanpa kehilangan satu set pun sejak turnamen ini dimulai pada 2014.
Dalam perjalanannya menuju trofi, Gauff hanya kehilangan 25 game – rekor paling sedikit dalam sejarah turnamen.
Perjalanan Gauff juara Wuhan Open dimulai dari kemenangan mudah atas Moyuka Uchijima, Zhang Shuai, dan Laura Siegemund, sebelum menyingkirkan Jasmine Paolini di semifinal — petenis yang tiga kali mengalahkannya tahun ini.
Pertarungan Dua Sahabat: Gauff vs Pegula
Final Gauff vs Pegula menjadi momen spesial bagi dua sahabat asal Amerika Serikat. Dua tahun lalu, keduanya berdiri berdampingan saat menjuarai ganda WTA 1000 Miami Open 2023.
Pertandingan dimulai dengan reli panjang 15 pukulan yang langsung dimenangkan Gauff dengan forehand winner di garis.
Pegula sempat bangkit dari ketertinggalan 1-4 menjadi 4-4, tetapi Gauff tampil lebih tajam pada poin-poin penting dan menutup set pertama 6-4.
Di set kedua, Pegula sempat unggul 3-0, namun Gauff berhasil membalikkan keadaan lewat empat game beruntun, termasuk dua kali break penting di gim penutup. Ia mengakhiri laga dengan smash winner, disambut sorak meriah penonton Wuhan.
“Kau ratunya tiga set, jadi aku bertekad tidak membiarkanmu menang hari ini,” kata Gauff kepada Pegula sambil tersenyum saat penyerahan trofi.
Rekor dan Dominasi Gauff di WTA 2025
Dengan kemenangan ini, Coco Gauff meraih gelar tunggal WTA ke-11 dalam kariernya, termasuk dua Grand Slam dan tiga WTA 1000. Ia juga memiliki 10 gelar ganda, satu di antaranya Grand Slam.
Gauff kini menjadi pemain kedua dalam sejarah yang memenangkan Wuhan Open dan China Open setelah Caroline Garcia pada 2017.
Ia juga memperlebar jaraknya di peringkat tiga dunia (PIF WTA Rankings) dengan keunggulan hampir 2.000 poin atas Amanda Anisimova.
Menuju WTA Finals Riyadh
Kemenangan Coco Gauff di Wuhan Open 2025 menjadi modal penting menuju WTA Finals Riyadh bulan November mendatang.
Ia berpeluang mengakhiri musim dengan catatan langka — menjuarai Grand Slam, WTA 1000, ganda WTA 1000, dan WTA Finals dalam satu tahun.
“Senang akhirnya bisa bermain di final melawan Anda, dan saya berharap akan ada lebih banyak lagi,” ujar Gauff kepada Pegula — menegaskan bahwa di balik persaingan, tetap ada rasa hormat dan persahabatan.
Editor : Rury Anjas Andita