Bek Sassuolo itu turun tangan membela Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang menjadi sasaran utama hujatan netizen.
Nama Erick bahkan sempat trending nomor dua di platform X (Twitter), tepat di bawah pelatih Patrick Kluivert, dua sosok yang dianggap paling bertanggung jawab atas kegagalan Garuda di kualifikasi.
Namun, Jay Idzes menilai gelombang cibiran itu tidak sepenuhnya adil. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Rabu (15/10), pemain berdarah Belanda itu menulis surat terbuka penuh empati dan pembelaan terhadap Erick Thohir.
“Biasanya saya tidak mengunggah pesan seperti ini, tetapi saya merasa hal itu perlu dilakukan karena saya melihat banyak komentar negatif, terutama mengenai Bapak Thohir dan timnya,” tulis Jay Idzes.
Menurutnya, masyarakat tidak banyak tahu soal kerja keras dan profesionalisme tim Erick Thohir di balik layar, yang selama ini memastikan pemain mendapat kondisi terbaik untuk tampil maksimal di lapangan.
“Yang tidak banyak orang sadari adalah betapa banyak yang mereka lakukan di balik layar untuk memastikan semuanya terurus dengan baik bagi kami sebagai pemain,” ujar Jay.
“Dengan kemampuan mereka, kami bisa fokus sepenuhnya pada performa di lapangan,” tambahnya.
Tetap Bangga Meski Gagal ke Piala Dunia
Jay Idzes tak menampik bahwa kegagalan Garuda menembus Piala Dunia 2026 meninggalkan kekecewaan mendalam. Namun, ia menilai perjuangan Timnas tetap patut diapresiasi.
Salah satu pencapaian penting yang disorotnya adalah lolos ke Piala Asia 2027 tanpa harus melewati babak kualifikasi.
“Meskipun gagal ke Piala Dunia, kita telah mencapai tonggak penting yang patut dibanggakan. Lolos langsung ke Piala Asia 2027 menunjukkan proyek ini berjalan ke arah yang benar,” tulisnya.
Jay menegaskan bahwa kemajuan sepak bola Indonesia tidak bisa instan. Setiap langkah perlu waktu, kerja keras, dan pembelajaran dari kegagalan.
“Kesuksesan tidak terjadi dalam semalam, melainkan perjalanan yang dibangun dari usaha dan perkembangan. Kami selalu mendapat dukungan terbaik di bawah bimbingan Bapak Thohir,” katanya.
Minta Publik Tetap Percaya
Menutup surat terbukanya, Jay Idzes mengajak seluruh masyarakat untuk tetap memberi dukungan, bukan caci maki.
Baginya, momen ini adalah waktu untuk memperkuat persatuan dan semangat Garuda, bukan saling menyalahkan.
“Sekarang, lebih dari sebelumnya, kami membutuhkan dukungan Anda. Teruslah percaya, teruslah bermimpi, dan berdirilah bersama kami, karena ini hanyalah awal dari sesuatu yang hebat,” tegas Jay Idzes. (*)
Editor : Marthadi