Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lapangan Kecil  Mini Soccer dengan Antusiasme Tak Terbatas, Sore dan Malam Jadi Waktu Prime Time

Lombok Post Online • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 12:00 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Demam mini soccer tengah melanda Lombok.

Hampir setiap malam, lapangan-lapangan sintetis di berbagai daerah dipenuhi pemain dari beragam usia yang berebut jadwal tanding.

Suara sorak, tawa, dan sepatu menendang bola menggema hingga larut malam di berbagai sudut Lombok.

Mini soccer kini bukan sekadar olahraga, tapi gaya hidup baru.

Lonjakan minat terhadap olahraga sepak bola versi mini ini membuat penyewaan lapangan meningkat tajam.

Di sejumlah lokasi populer seperti Mataram, Lombok Barat, hingga Lombok Tengah, jadwal penuh hingga berhari-hari ke depan.

Bahkan, banyak penyewa harus rela masuk daftar tunggu hanya untuk mendapatkan slot bermain di malam hari.

Seperti yang tampak di lapangan mini soccer Olympico Minisoccer Sayang-Sayang Mataram.

Bahkan meski malam itu hujan baru reda, semangat penggila olahraga mini soccer ini tak surut.

“Melihat anggota datang tiap minggu itu bahagia sekali. Untuk main mini soccer kan butuh banyak orang, jadi kami saling ajak teman kerja, teman rumah, siapa pun yang mau gabung,” kata Satria, koordinator Minisoccer Lombok All Star yang dapat jatah bermain malam itu.

Kata dia, mini soccer bukan hanya hobi, tapi juga cara hidup sehat.

“Kalau main seminggu sekali saja sudah terasa bedanya. Badan enteng dan kerja juga makin semangat,” ucapnya.

Baca Juga: Rayakan Hari Jadi Lombok Tengah dengan Semangat Olahraga

Olympico Mini Soccer Sayang-sayang baru resmi dibuka pada 19 Mei lalu.

Lapangan berukuran 50 x 39 meter ini dilengkapi sistem drainase canggih, membuat permukaan tetap kering meski hujan.

Harga sewa lapangan mini soccer Mataram bervariasi.

Untuk weekday, tarif pagi hingga sore Rp 400 ribu per dua jam, malam hari Rp 650 ribu–Rp 850 ribu.

Sedangkan pada weekend dan hari libur, harga berkisar Rp 650 ribu hingga Rp 1 juta per dua jam.

“Biasanya lapangan harus dipesan dua minggu sebelumnya. Kalau member, harus booking sebulan sebelumnya supaya dapat jam favorit,” kata Ince Imran, Manajer Olympico Minisoccer Sayang-sayang.

Selain menyewakan lapangan, pengelola juga menyediakan perlengkapan tambahan. Seperti sepatu, kaus kaki, rompi, hingga wasit dan fotografer.

“Wasit Rp 100 ribu per dua jam, fotografer Rp 300 ribu. Kalau mau bawa fotografer sendiri juga boleh,” ujar Imran.

Olympico juga menyiapkan kafe dan musala agar pemain bisa bersantai dan beribadah setelah bermain. Bagi yang main malam, tersedia kamar mandi air panas.

“Pulang dari sini sudah bersih dan wangi,” ujarnya sambil tertawa.

Imran menuturkan, promo khusus akan segera digelar karena kabarnya ada lapangan mini soccer baru di Rembiga.

“Persaingan sehat, kami sambut dengan fasilitas lebih baik,” ujarnya.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

DCM Mandalika Jadi Pelopor

Pemandangan serupa juga tampak di DCM Mandalika. Bahkan DCM Mandalika jadi pelopor lapangan mini soccer di Provinsi NTB.   

Akses yang mudah membuat lapangan yang berlokasi strategis di Jalan Lingkar Selatan, kawasan Jempong Baru, Kota Mataram ini selalu ramai. Lapangan ini resmi dibuka pada 15 Mei 2023.

 Nama DCM Mandalika sendiri merupakan singkatan dari dua pihak yang bekerja sama: Sahman yang merupakan pemilik klinik dan pengusaha alat kesehatan dari Lombok Tengah dan Moringga Syarifudin, pemilik PT DCM Fatih Medika Jakarta Selatan.

“Kami awalnya hanya gambling saja buka lapangan ini. Karena belum ada lapangan mini soccer di NTB. Tapi ternyata antusias masyarakat luar biasa,” tutur Jefriadi, pengelola DCM Mandalika.

Awalnya ide membuat lapangan mini soccer ini datang dari Jefriadi sendiri, yang sejak awal ingin membangun usaha yang berhubungan dengan dunia olahraga. “Futsal sudah banyak. Saya ingin yang berbeda. Akhirnya ketemulah konsep mini soccer,” lanjutnya.

Seiring waktu berjalan, DCM Mandalika terus tumbuh. Bahkan dalam tahun pertama, lapangan ini selalu full booking.

Banyak pemain harus reservasi jauh-jauh hari, bahkan sampai beberapa bulan sebelumnya.

"Dulu lapangan baru kosong sekitar jam 1 malam. Subuh sudah disiapkan lagi untuk main pagi,” ujar Jefriadi.

Kesuksesan ini kemudian membuka mata banyak pihak. Kini mulai banyak lapangan mini soccer lain yang dibuka di Kota Mataram dan sekitarnya.

Namun, bagi pengelola DCM Mandalika, kehadiran lapangan-lapangan baru bukanlah persaingan, melainkan peluang kolaborasi.

“Semakin banyak lapangan, semakin cepat kebutuhan masyarakat terpenuhi. Dulu orang harus nunggu lama untuk bisa main, sekarang bisa lebih mudah,” ucapnya.

Kini DCM Mandalika sudah mulai menata ulang jadwal dan tengah bersiap untuk dua agenda besar: renovasi besar-besaran lapangan dan rencana ekspansi ke Lombok Timur.

“Tinggal nunggu waktu saja, kami sudah siapkan konsep dan akan mulai begitu momen pas datang,” imbuhnya.

Mini Soccer Syariah

Di luar Kota Mataram, salah satu lapangan mini soccer yang mencuri perhatian adalah GIMS Soccer.

Lapangan yang resmi beroperasi pada 25 Juni 2025 ini terletak di Kediri, Lombok Barat.

Lapangan ini mencuri perhatian tak hanya karena harga sewanya yang bersahabat, tetapi juga karena konsep uniknya adalah Mini Soccer Syariah.

Pengelola memberikan keleluasaan bagi pemain untuk salat Magrib tanpa mengurangi waktu sewa.

Project Manager GIMS Soccer Muhammad Robi Irhamni menjelaskan, ide pembangunan lapangan ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2022.

“Awalnya hanya obrolan santai saat liburan bersama Katuan Sulhan di Senggigi. Tapi akhirnya serius kami garap awal tahun ini,” ujarnya.

Total biaya pembangunan diperkirakan antara Rp 2,8 miliar hingga Rp 3 miliar, termasuk harga tanah. Yang menarik, lapangan ini tidak menggunakan cor-coran beton seperti kebanyakan lapangan lainnya.

Sebagai gantinya, sistem gravel (kerikil) dengan lapisan batu kali, pasir halus, dan pipa drainase diterapkan.

Seorang pemain mini soccer bermain di lapangan DCM Mandalika, Kota Mataram, Jumat (17/10).
Seorang pemain mini soccer bermain di lapangan DCM Mandalika, Kota Mataram, Jumat (17/10).

“Keunggulannya, air cepat terserap saat hujan, jadi lapangan tetap bisa dipakai,” jelas Robi.

Selain lapangan utama, fasilitas kafetaria minimalis juga telah dibuka sejak September lalu.

Kafe ini tak hanya menjadi tempat nongkrong, tapi juga dilengkapi fasilitas karaoke, musala kecil untuk salat, dan area parkir yang cukup luas.

Robi menambahkan, lahan yang tersedia masih memungkinkan pengembangan menjadi sport center di masa depan.

Robi menyebutkan, tarif sewa dipatok lebih murah dibandingkan lapangan lainnya di Lombok.

Tarif sewa lapangan GIMS soccer dipaparkan Robi untuk pukul 06.00–16.00 (siang) Rp 200.000 per jam. Khusus pelajar 06.00–16.00 Rp 300.000 per 2 jam. Pukul 16.00–18.00 (sore) Rp 600.000 per 2 jam.

Pukul 18.00–22.00 (malam) Rp 700.000 per 2 jam. Terakhir pukul 22.00–24.00 Rp 600.000 per 2 jam. Setiap penyewa mendapat 2 dus air mineral gelas gratis.

Menurut Robi, waktu paling ramai adalah sore hingga malam hari.

“Kalau sore atau malam itu cepat penuh. Antusiasnya luar biasa. Banyak juga pemain datang dari luar daerah seperti Lingsar, Lombok Tengah, bahkan Bayan,” katanya.

Pemesanan slot biasanya dilakukan secara fleksibel lewat WhatsApp.

Target pendapatan operasional ditetapkan 6–8 jam per hari, dan sering kali tercapai dengan estimasi omzet Rp 2 juta per hari.

Agar lapangan tetap terawat, penyiraman dilakukan tiga kali sehari yakni pagi, siang, dan sore.

Ini penting agar rumput sintetis tidak memuai akibat panas.

Penggantian rumput diperkirakan dilakukan setiap dua tahun, tergantung intensitas pemakaian. (jay/van/ton/r3)

Editor : Kimda Farida
#olahraga #mini soccer #lapangan #fasilitas #Lombok