Lombok Post - Premier League pernah menjadi panggung megah bagi para legenda, dari Thierry Henry hingga Cristiano Ronaldo. Tapi kini, nama Erling Haaland menjulang sendirian.
Bukan sekadar mencetak gol, ia seolah menjadikan liga paling keras di dunia ini sebagai taman bermain pribadinya.
Statistiknya sungguh mencengangkan.
Dalam sejarah Premier League, hanya ada tiga kali seorang pemain berhasil mencetak lebih dari 10 gol dalam delapan laga awal musim dan luar biasanya, ketiganya dicetak oleh Haaland sendiri.
Erling Haaland kembali membuktikan dirinya sebagai sosok yang benar-benar mengubah wajah Premier League. Dalam tiga musim berbeda, yaitu 2022/23, 2024/25, dan 2025/26.
Ia menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah liga yang mampu mencetak lebih dari 10 gol hanya dalam delapan pertandingan awal musim.
Catatan luar biasa ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol dominasi mutlak seorang striker yang menjadikan Premier League seperti taman bermain pribadinya.
Baca Juga: Soal Sepatu Emas Eropa, Haaland Ingatkan Dunia Jangan Lupakan Mbappe
Ketika pemain lain masih beradaptasi, Haaland terus mencetak gol, memecahkan rekor, dan mengangkat standar permainan di level tertinggi.
Tak heran jika suara-suara yang menyerukan namanya sebagai kandidat kuat Ballon d'Or semakin nyaring, karena apa yang dilakukan Haaland bukan lagi soal konsistensi, tapi tentang bagaimana satu pemain bisa mendikte jalannya liga paling kompetitif di dunia.
Ini bukan sekadar angka. Ini bukti bahwa Haaland tak hanya bermain di Premier League, tapi menguasainya.
Dominasi Haaland di Premier League membuat nama-nama besar tampak biasa. Musim demi musim, ia menulis ulang definisi striker modern.
Tak heran, muncul desakan dari fans dan pengamat: Ballon d’Or kemarilah.
Karena ketika pemain lain berjuang keras sekadar masuk daftar nominasi, Haaland menjawab dengan gol demi gol, rekor demi rekor.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bahkan pernah berujar bahwa “tak ada bek yang bisa menghentikan Haaland ketika dia dalam mode terbaik.” Dan mode terbaik itu… sepertinya tak pernah mati.
Lebih dari sekadar statistik, Haaland menghadirkan rasa takut di mata lawan dan rasa percaya di hati rekan satu tim.
Dalam dunia di mana tak banyak striker bisa bertahan lebih dari dua musim di Premier League, Haaland menjadikan liga ini miliknya.
Baca Juga: Erling Haaland Murka: Kecam FIFA Pilih Kasih ke Israel, Sebut Ada Standar Ganda
Bagi pemain lain, Premier League adalah ujian.
Bagi Erling Haaland, Premier League adalah taman bermain.
Editor : Kimda Farida