LombokPost - Arsenal kembali tancap gas. The Gunners berhasil mengamankan kemenangan ke-7 secara beruntun di semua kompetisi setelah menaklukkan Crystal Palace dengan skor tipis 1-0 di Emirates Stadium.
Pahlawan kemenangan Arsenal kali ini adalah gelandang serang, Eberechi Eze, yang mencetak gol akrobatik ke gawang mantan klubnya. Kemenangan ini membuat Arsenal nyaman di puncak Premier League, unggul empat poin.
Gol Eberechi Eze yang tercipta dari skema bola mati menjadi penentu dalam laga yang berlangsung ketat. Di saat peluang sangat minim, pertahanan rock-solid Arsenal kembali menunjukkan kelasnya dengan mencatatkan clean sheet ke-10 dari 13 pertandingan musim ini.
Ini juga merupakan kemenangan liga keempat berturut-turut yang diraih Arsenal dari lawan-lawan yang musim lalu hanya menghasilkan satu poin bagi The Gunners.
Meski Arsenal baru saja menggulung Atletico Madrid 4-0 di Eropa, sementara Crystal Palace baru kalah dari tim underdog AEK Larnaca, laga tidak berjalan mudah. Di 30 menit awal, tim asuhan Oliver Glasner sukses meredam Arsenal, membatasi peluang The Gunners, dan melancarkan beberapa kali serangan balik berbahaya yang dimotori Jean-Philippe Mateta. Beruntung, kiper David Raya sigap mementahkan upaya Daniel Munoz.
Butuh waktu hingga 33 menit bagi Arsenal untuk menciptakan tembakan pertama lewat Leandro Trossard. Ini tercatat sebagai penantian terlama Arsenal untuk percobaan tembakan di Premier League sejak April 2021. Momen spesial memang dibutuhkan, dan itu datang pada menit ke-39. Lagi-lagi, skema set-piece menjadi andalan Arsenal.
Declan Rice mengirim umpan silang akurat, yang disundul balik oleh Gabriel menuju titik penalti. Ebere Eze yang tak terkawal menyambut bola dengan tendangan voli seperti 'karate kick', membuat kiper Dean Henderson hanya bisa terdiam melihat bola meluncur deras ke gawang. Gol spektakuler ini menjadi gol Premier League pertama Eze untuk Arsenal dan momen puncak di babak yang minim peluang.
Di babak kedua, intensitas serangan Arsenal meningkat. Hanya empat menit setelah restart, The Gunners nyaris mencetak gol tiga kali dalam 10 detik. Sundulan Gabriel memanfaatkan tendangan bebas Rice membentur mistar gawang, sebelum Rice memaksa Henderson melakukan penyelamatan. Bola muntah disambar Bukayo Saka namun meleset tipis.
Arsenal terus menekan, dan di akhir laga Crystal Palace sempat mengancam. Nerves di Emirates terasa saat Palace mencoba menyamakan kedudukan, namun pertahanan rock-solid Arsenal sekali lagi tak bisa ditembus.
Sundulan kapten Marc Guehi melambung, dan di masa injury time, pertahanan Arsenal yang dipimpin Gabriel berhasil mementahkan semua bola panjang, memastikan gol Ebere Eze menjadi penentu.
Fakta menarik, Arsenal kini mencatatkan 700 kemenangan di Premier League, menjadi tim kedua setelah Manchester United yang mencapai tonggak sejarah ini.
Selain itu, 69 persen gol Arsenal di musim 2025/26 berasal dari set-piece, rasio tertinggi yang pernah ada dalam satu musim Premier League. Soliditas pertahanan Arsenal juga teruji dengan 100 pertandingan tanpa kebobolan tiga gol, rekor yang hanya dimiliki Manchester United sebelumnya.
Editor : Pujo Nugroho