LombokPost-Suasana tegang menyelimuti Sirkuit Internasional Mandalika pada Sabtu (1/11). Sebuah insiden melibatkan lima pembalap jatuh beruntun di ajang Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series (MRS) kelas National Sport 250 Race Pertama.
Kecelakaan yang bikin geger penonton terjadi pada lap keenam menuju lap ketujuh tepatnya di Tikungan Delapan, yang dijuluki tikungan "maut" oleh sebagian racer. Salah satu korbannya adalah pembalap muda, Moh. Murrobil Vitoni.
Meski lima motor dan pembalap tergeletak di area gravel, pihak Race Direction memutuskan tidak menghentikan balapan dengan bendera merah.
"Mengenai tidak dikeluarkannya bendera merah, karena pembalap yang jatuh dan motornya berada di luar lintasan namun segera mendapat penanganan oleh marshall serta tim medis," kata Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, Sabtu (1/11).
Priandhi mengatakan, penanganan cepat langsung diberikan di lokasi. Vitoni kemudian segera dibawa ke Medical Center sirkuit untuk pemeriksaan intensif.
Setelah ditangani oleh tim dokter di Medical Center sirkuit, kondisi Moh. Murrobil Vitoni dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut.
Ia akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB untuk observasi dan tindakan medis yang lebih intensif.
Pihak panitia balap memastikan bahwa prosedur penanganan telah dilakukan sesuai standar.
"Sampai pernyataan ini dibuat, kondisinya stabil untuk dilakukan observasi dan menunggu tindakan selanjutnya," tegasnya.
"Kami berharap Saudara Moh. Murrobil Vitoni kondisinya segera membaik," sambung Priandhi.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko tinggi dalam dunia balap dan menyoroti kesigapan tim medis di Sirkuit Mandalika.
Editor : Siti Aeny Maryam