LombokPost - Akhirnya, kutukan itu pecah. Setelah empat kekalahan beruntun dari Iga Swiatek, petenis Kazakhstan Elena Rybakina membalikkan keadaan dengan kemenangan gemilang 3-6, 6-1, 6-0 di ajang WTA Finals 2025 di Riyadh, Senin (27/10).
Kemenangan ini tidak hanya mengakhiri rentetan kekalahan Elena Rybakina dari Iga Swiatek, tetapi juga memastikan tempatnya di semifinal WTA Finals pertamanya sepanjang karier. Dengan hasil ini, Elena Rybakina juga memperkuat statusnya sebagai salah satu petenis paling berbahaya di lapangan keras musim ini.
Pertandingan Elena Rybakina vs Iga Swiatek di WTA Finals 2025 berlangsung sengit pada set pertama. Iga Swiatek tampil agresif, mematahkan servis Elena Rybakina dan menguasai set pembuka dengan skor 6-3. Namun, cerita berubah total di dua set berikutnya.
Elena Rybakina tampil luar biasa, menyapu dua set terakhir 6-1 dan 6-0 — dan memberi “bagel” langka kepada Iga Swiatek, yang justru dikenal sebagai “Ratu Bagel” di WTA Tour.
“Dia membawa begitu banyak intensitas ke lapangan. Saya merasa dia memulai pertandingan dengan sangat baik dan saya agak lambat, tapi di set kedua, saya memaksakan diri,” kata Rybakina usai laga. “Servis saya membaik, dan saya sangat senang bisa bermain lebih baik di setiap poin,” sambunganya.
Secara statistik, performa Elena Rybakina di WTA Finals 2025 tampak mengerikan. Ia memenangkan 12 dari 13 gim terakhir, hanya kehilangan enam poin dari servis pertamanya di set penentuan, dan mencatat tingkat kemenangan 83 persen di servis pertama.
Sebaliknya, Swiatek justru menurun drastis. Servis pertamanya hanya menghasilkan 50 persen kemenangan poin di set kedua, dan ia melakukan 36 kesalahan sendiri di dua set terakhir, jauh meningkat dibanding hanya enam di set pertama.
Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Swiatek, yang kini telah tiga kali kalah 0-6 di set ketiga musim ini — rekor yang terakhir kali terjadi di WTA sejak Flavia Pennetta pada 2013.
Kemenangan atas Swiatek memperpanjang rentetan kemenangan Rybakina di WTA Finals 2025 menjadi dua, sekaligus delapan kemenangan beruntun di rangkaian turnamen Asia. Dalam 11 pertandingan terakhirnya, satu-satunya kekalahan Rybakina hanyalah dari Aryna Sabalenka, petenis nomor satu dunia.
“Saya bermain sangat baik beberapa minggu terakhir. Saya terus meningkat di setiap pertandingan, dan hasilnya pun mengikuti,” ujar Rybakina. “Bahkan di sini, saya fokus pada detail-detail kecil dan bersemangat untuk pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Kemenangan atas Swiatek di WTA Finals 2025 Riyadh menandai kemenangan ke-11 Rybakina atas pemain dua besar sejak Wimbledon 2022 — terbanyak di antara seluruh pemain tur dalam periode tersebut. Total kemenangan musim ini mencapai 56 kemenangan, rekor terbaik sepanjang kariernya.
Rybakina juga menjadi pemain kedua yang mampu mengalahkan Swiatek setelah kalah di set pembuka tahun ini, menyusul Madison Keys di Australia Terbuka.
Dengan hasil ini, Rybakina memastikan diri sebagai juara Grup Serena Williams, menunggu lawan semifinal antara Aryna Sabalenka, Coco Gauff, atau Jessica Pegula.
Bagi Swiatek, kekalahan ini menjadi alarm menjelang semifinal. Petenis asal Polandia itu masih memimpin head-to-head 4-2 atas Rybakina, tetapi tren terbaru memperlihatkan momentum telah bergeser.
Rybakina kini memegang kendali, menampilkan permainan agresif yang konsisten di semua sektor — terutama servis, yang menjadi senjatanya untuk menekan Swiatek sepanjang dua set terakhir.
Editor : Rury Anjas Andita