LombokPost — Siapa yang akan berjaya di MotoGP Portugal 2025? Pertanyaan itu menggema menjelang aksi di Sirkuit Portimao, trek yang dijuluki “roller coaster” karena layout-nya yang menantang.
Para pembalap MotoGP siap menghadapi tantangan ekstrem di sirkuit legendaris Autodromo Internacional do Algarve akhir pekan ini.
Dua pemenang perdana dan tujuh pemenang sejauh musim ini menegaskan betapa ketatnya persaingan di musim 2025. MotoGP Portugal 2025 pun diharapkan menjadi salah satu seri paling seru tahun ini, dengan sejumlah nama besar bersaing untuk menutup musim dengan gemilang.
Alex Marquez On Fire, Bulega Gantikan Marc Marquez
Dua posisi teratas klasemen MotoGP 2025 sudah dikunci oleh Marquez bersaudara, Marc dan Alex. Momen ini mencatat sejarah baru sebagai dua saudara kandung yang menjadi Juara Dunia dan Runner-Up MotoGP dalam satu musim.
Meski Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) baru akan kembali balapan musim depan, performa Alex Marquez (BK8 Gresini Racing) patut diwaspadai. Kemenangan dominan di Sepang menunjukkan ia dalam performa terbaik jelang GP Portugal 2025. Alex disebut-sebut sebagai pembalap yang paling berpeluang berjaya di Portimao.
Menariknya, posisi Marc digantikan oleh Nicolo Bulega, runner-up WorldSBK 2025 yang menjalani debut MotoGP menggantikan sang legenda. Bulega resmi direkrut Ducati untuk proyek pengembangan regulasi baru 2027, dan akan menunggangi Desmosedici GP25.
Tes di Jerez pekan lalu jadi kesempatan perdananya menjajal motor MotoGP. Meski dalam tekanan besar, debut Bulega di Portimao bakal jadi sorotan utama.
Perebutan Peringkat Ketiga Memanas
Persaingan untuk posisi ketiga klasemen juga memanas. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) dan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) kini memiliki poin sama setelah Sprint Sepang.
Meski Pecco Bagnaia pernah menang di Portimao 2023, ia gagal finis tahun lalu akibat insiden dengan rekan setimnya, Marc Marquez. Di sisi lain, Bezzecchi menunjukkan progres impresif bersama Aprilia RS-GP, yang membuatnya jadi ancaman serius di MotoGP Portugal 2025.
Di belakang mereka, Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) juga tak mau ketinggalan. Finis kedua di Malaysia membuatnya kini hanya terpaut 31 poin dari Bezzecchi. Acosta memiliki catatan manis di Portimao, dengan tiga kemenangan di kelas Moto3 dan Moto2 sebelumnya.
Ketat di Sepuluh Besar, Yamaha dan Honda Bangkit
Persaingan di posisi 10 besar juga tak kalah menarik. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) hanya tertinggal empat poin dari Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing). El Diablo dua kali menang di Portimao dan siap membuktikan kebangkitannya.
Dari kubu Honda, Joan Mir (Honda HRC Castrol) terus tampil konsisten dengan dua podium dalam empat seri terakhir. Ia berambisi mengulang sukses podium di GP Portugal 2021.
Sementara itu, Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) dan Franco Morbidelli (VR46 Racing) berupaya memperbaiki hasil setelah penampilan kurang maksimal di Asia.
Miguel Oliveira, Pahlawan di Kandang Sendiri
Balapan kali ini juga menjadi momen emosional bagi Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha MotoGP). Sebagai satu-satunya pembalap asal Portugal di grid, Oliveira akan tampil di depan publik sendiri.
Ia menjadi pembalap Portugal pertama yang menang di MotoGP dan satu-satunya yang menang di Portimao pada 2020. Dengan dukungan penuh penonton lokal, Oliveira bertekad menutup musim dengan hasil terbaik di MotoGP Portugal 2025.
Editor : Rury Anjas Andita