LombokPost – Di tengah sorotan WTA Finals Riyadh 2025, sosok Hendrik Vleeshouwers, pelatih Amanda Anisimova, menjadi perhatian tersendiri.
Dengan topi khaki bertuliskan Boston Red Sox dan senyum ramah, Hendrik Vleeshouwers tampak bersemangat menyambut hari besar.
Maklum, pemain asuhannya tengah menjalani musim terbaik dalam kariernya dan kini sudah memastikan langkah ke semifinal.
Bersama Hendrik Vleeshouwers, Amanda Anisimova menjelma menjadi kekuatan baru di WTA Finals Riyadh 2025.
Petenis Amerika berusia 24 tahun itu menunjukkan performa luar biasa, termasuk kemenangan impresif atas Iga Swiatek, petenis peringkat dua dunia, dalam laga menentukan babak grup.
“Ada banyak sekali statistik di luar sana, tetapi itu semua bagus,” ujar Hendrik Vleeshouwers dengan antusias. “Dia mengalahkan lawan-lawan yang kuat. Saya suka data itu karena mudah digunakan ketika saya berbicara dengan Amanda. Lihat ini,” sambungnya.
Data yang ia maksud memang menakjubkan. Musim ini, Amanda Anisimova telah memenangkan 10 pertandingan melawan pemain Top 10 dunia, terbanyak dalam kariernya.
Selain itu, Amanda Anisimova juga meraih 13 kemenangan tiga set berturut-turut di ajang Grand Slam, WTA 1000, dan WTA 500.
Tidak itu saja, Amanda Anisimova juga mengalahkan keempat juara bertahan Grand Slam tahun ini, sebuah pencapaian yang belum terjadi dalam tujuh tahun terakhir di WTA Tour.
“Dia tahu kemampuannya,” tambah Vleeshouwers. “Yang penting, dia percaya diri. Kami hanya berusaha membuatnya tetap menikmati setiap pertandingan,” pungkasnya.
Musim 2025 menjadi titik balik dalam karier Amanda Anisimova, yang sempat absen panjang karena alasan pribadi.
Namun, dengan pendekatan sabar dari Vleeshouwers, ia kini kembali ke jajaran elit tenis wanita dunia dan tampil tenang di setiap turnamen besar.
Editor : Rury Anjas Andita