LombokPost – Performa impresif Elena Rybakina kembali memukau publik tenis dunia. Bermodal 15 ace, petenis asal Kazakhstan itu berhasil menyingkirkan Jessica Pegula dengan skor 4-6, 6-4, 6-3 di semifinal WTA Finals Riyadh 2025, Jumat (28/10) malam waktu setempat.
Kemenangan ini memastikan Elena Rybakina melangkah ke partai final WTA Finals Riyadh 2025, di mana ia akan menantang petenis peringkat satu dunia Aryna Sabalenka.
Elena Rybakina kini mencatatkan 10 kemenangan beruntun, termasuk empat kemenangan terakhir melawan petenis Top 10 dunia.
“Ia tampak paling mulus sepanjang turnamen ini,” kata Jessica Pegula usai laga. “Kita semua tahu bagaimana ia bisa bermain — permainan keras, servis keras. Kondisi ini sangat cocok untuknya,” tambahnya.
Unggulan keenam itu memang tampil luar biasa. Dengan servis keras dan stabilitas tinggi, Elena Rybakina mematahkan servis Jessica Pegula lima kali sepanjang laga yang berlangsung selama dua jam lima menit.
“Ya, itu senjata terbesar saya dan saya pikir itu berhasil dengan sangat baik,” ujar Elena Rybakina tentang senjatanya, servis. “Ada kalanya, ketika saya sangat membutuhkannya, itu berhasil — meskipun dia bermain sangat baik dan menekan saya dalam situasi sulit,” sambungnya.
Dominasi Rybakina di WTA Finals Riyadh 2025
Kemenangan atas Jessica Pegula menambah daftar panjang performa gemilang Elena Rybakina di WTA Finals Riyadh 2025. Sebelumnya, ia menyapu bersih tiga laga di Grup Serena Williams, mengalahkan Amanda Anisimova, Iga Swiatek, dan Ekaterina Alexandrova.
Kini, Elena Rybakina menatap final besar melawan Aryna Sabalenka, yang juga tampil solid setelah menang 2 jam 21 menit atas Anisimova. Pertarungan antara dua pemain dengan kekuatan servis terbaik ini disebut-sebut sebagai final impian di WTA Finals Riyadh 2025.
Statistik Kemenangan Elena Rybakina
- 15 ace tercipta sepanjang pertandingan semifinal.
- 5 kali mematahkan servis Pegula.
- 10 kemenangan beruntun dan 6 kemenangan berturut-turut melawan petenis Top 10 dunia.
- Kemenangan keempatnya melawan Pegula dari delapan pertemuan.
Saat pertandingan dimulai, Pegula sempat unggul 3-2 dalam rekor pertemuan. Namun, Rybakina dengan cepat membalikkan keadaan. Setelah kehilangan set pertama 4-6, ia tampil agresif di dua set berikutnya, memanfaatkan power dan akurasi servis.
“Ketika saya datang ke sini, sejujurnya saya tidak punya banyak ekspektasi,” kata Rybakina. “Saya cukup lelah setelah tur Asia, tapi saya berpikir, ‘Oke, minggu terakhir musim ini, mari kita dorong sejauh mungkin.’ Saya tidak menyangka akan sejauh ini, tapi saya senang dengan hasilnya,” pungkasnya.
Pegula: Bermain di Level Tinggi
Meski kalah, Jessica Pegula tetap menunjukkan permainan solid. Petenis berusia 31 tahun itu menjadi pemain tertua yang mencapai semifinal WTA Finals sejak Venus Williams pada 2017.
“Kekalahan yang berat,” kata Pegula. “Salut untuknya, dia bermain tenis yang sangat bagus, selalu melakukan servis dengan baik. Dalam kondisi seperti ini, sulit untuk menahan tekanan servisnya. Namun, saya merasa bermain di level yang sangat tinggi hari ini,” tutupnya.
Editor : Rury Anjas Andita