Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pecco Bagnaia Krisis Kepercayaan Diri! Ducati Akui Sulit Pulihkan Performa Juara Dunia

Alfian Yusni • Selasa, 11 November 2025 | 13:53 WIB
Bagnaia kehilangan rasa percaya diri pada Desmosedici GP25 yang dulu mengantarnya jadi juara dunia dua kali. (Foto: instagram)
Bagnaia kehilangan rasa percaya diri pada Desmosedici GP25 yang dulu mengantarnya jadi juara dunia dua kali. (Foto: instagram)

LombokPost - Francesco “Pecco” Bagnaia tengah menghadapi masa sulit di penghujung musim MotoGP 2025.

Meski Ducati dikenal sebagai motor paling kompetitif di grid, Bagnaia kehilangan rasa percaya diri pada Desmosedici GP25 yang dulu mengantarnya jadi juara dunia dua kali.

Posisinya di klasemen sementara kini terancam. Setelah hasil buruk di Grand Prix Portugal, di mana Bagnaia hanya finis kedelapan di sprint race dan terjatuh di lap ke-11 balapan utama, ia tertinggal 35 poin dari Marco Bezzecchi dan hanya unggul tipis tiga poin atas Pedro Acosta menjelang seri pamungkas di Valencia.

Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui pihaknya sudah melakukan segala cara untuk mengembalikan performa terbaik Bagnaia.

“Kecepatan Pecco tidak pernah diragukan. Masalahnya adalah kurangnya rasa percaya terhadap motornya,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia.

“Kami sudah mencoba semua cara agar Pecco bisa kembali seperti di Jepang. Jika masih ada yang hilang, kami harus mencari tahu bersama.”

Sejak penampilan gemilang di GP Jepang, performa Bagnaia menurun drastis. Situasi ini bahkan disebut memunculkan ketegangan internal di kubu Ducati, apalagi di tengah dominasi Marc Marquez yang berhasil mengamankan gelar dunia ketujuh musim ini.

Meski begitu, Bagnaia tetap berusaha optimistis. Ia mengaku sudah mulai menemukan sedikit kenyamanan dengan motor Ducati GP25, namun belum cukup untuk bersaing di level tertinggi.

“Saya tahu kemampuan saya dan tim,” kata Bagnaia.

“Masih ada sesuatu yang hilang. Kami bekerja keras di Portugal dan Sepang, tapi hasilnya belum memuaskan. Kami ingin kembali berjuang untuk kemenangan.”

 

Bagnaia pun tetap menyebut Ducati sebagai motor terbaik di grid, meski dirinya belum bisa memaksimalkan potensi penuh dari Desmosedici GP25 musim ini.

“Ya, Ducati masih yang terbaik, dari segi keandalan, kemudahan dikendarai, dan aerodinamika. Tapi tahun ini saya kesulitan memanfaatkannya secara maksimal,” tutupnya.

Kini semua mata tertuju ke Valencia, di mana Pecco Bagnaia akan mencoba menutup musim MotoGP 2025 dengan catatan positif, sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih layak disebut sebagai raja Ducati. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Pecco Bagnaia #davide tardozzi #ducati #krisis kepercayaan diri #Desmosedici GP25 #Bagnaia #Ducati GP25 #raja #MotoGP 2025