Lombok Post- Federasi Sepak Bola Uzbekistan (Uzbekistan Football Association/UFA) resmi mengumumkan bahwa Timur Kapadze tidak lagi menjabat sebagai asisten pelatih tim nasional Uzbekistan. Keputusan mengejutkan ini langsung memicu spekulasi kuat bahwa Kapadze akan segera menjadi pelatih timnas Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, UFA menjelaskan bahwa Timur Kapadze telah mengajukan permohonan untuk mundur dari jabatannya karena ingin melanjutkan karier di level yang lebih tinggi.
“Timur Kapadze, asisten pelatih tim nasional Uzbekistan, telah mengajukan permohonan kepada pimpinan Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan untuk dibebaskan dari jabatannya, menyatakan keinginannya untuk melanjutkan kariernya di tingkat yang baru,” tulis pernyataan resmi UFA.
Federasi menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil dengan penuh penghormatan karena Kapadze telah menerima tawaran dari pihak lain untuk menempati posisi pelatih kepala.
“Karena sang spesialis menerima tawaran lain dan bermaksud melanjutkan karier kepelatihannya sebagai pelatih kepala, pimpinan UFA dengan hormat menerima keputusannya,” lanjut pernyataan itu.
Sebagai penutup, UFA menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pengabdian dan dedikasi Kapadze selama bertugas.
“Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Timur Kapadze atas kontribusinya terhadap perkembangan sepak bola Uzbekistan dan mendoakannya agar meraih sukses besar dalam karier kepelatihannya,” tulis pernyataan tersebut.
Langkah Timur Kapadze mundur dari posisi asisten pelatih Uzbekistan langsung memunculkan spekulasi hangat di kawasan Asia, terutama di Indonesia.
Publik sepak bola nasional mulai mengaitkan keputusan ini dengan kabar bahwa PSSI tengah mencari pelatih baru untuk timnas Indonesia.
Sejumlah laporan media regional menyebut bahwa Kapadze tengah dilirik oleh beberapa federasi Asia, dan Indonesia disebut sebagai kandidat terkuat. Hal ini diperkuat oleh rekam jejaknya yang cukup mentereng di level internasional, serta gaya kepelatihannya yang modern dan adaptif.
Timur Kapadze dinilai cocok dengan karakter pemain Indonesia yang dinamis dan cepat. Ia dikenal disiplin dan memiliki filosofi permainan kolektif, sehingga tak heran jika aroma Kapadze jadi pelatih timnas Indonesia makin kencang setelah pengunduran dirinya dari UFA.
Timur Kapadze sendiri merupakan mantan kapten timnas Uzbekistan yang semasa aktif bermain dikenal sebagai gelandang tangguh dan berpengaruh.
Setelah gantung sepatu, ia memulai karier kepelatihan dengan menangani timnas Uzbekistan U-23 dan kemudian diangkat menjadi asisten pelatih tim senior.
Sebagai pelatih muda, Kapadze sukses membawa Uzbekistan tampil solid di Piala Asia U-23 dan dikenal dengan pendekatan permainan menyerang berbasis penguasaan bola.
Pengalaman ini membuatnya disebut-sebut sebagai sosok yang tepat untuk memimpin timnas Indonesia yang tengah berkembang pesat di bawah kepemimpinan PSSI.
Keputusan mundurnya Timur Kapadze dari UFA disebut membuka jalan bagi dirinya untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Banyak pihak menilai bahwa Indonesia bisa menjadi destinasi berikutnya bagi pelatih berusia 43 tahun tersebut.
Langkah ini juga sejalan dengan ambisi PSSI yang tengah mempersiapkan timnas Indonesia untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2027.
Jika rumor ini benar, Timur Kapadze akan menjadi pelatih asing berikutnya yang menakhodai Garuda dengan pendekatan sepak bola modern dan berorientasi hasil. Kapadze diyakini mampu membawa pengaruh positif untuk timnas Indonesia, baik dalam peningkatan taktik maupun mental bertanding.
Kabar mundurnya Timur Kapadze dari jabatan asisten pelatih Uzbekistan menjadi sorotan besar di Asia. Keputusan ini menandai fase baru dalam perjalanan kariernya, dan semakin memperkuat dugaan bahwa aroma Kapadze menjadi pelatih timnas Indonesia makin kencang.
Publik sepak bola nasional kini tinggal menunggu kepastian dari PSSI. Apakah benar, mantan kapten Uzbekistan ini akan segera datang ke Jakarta untuk memimpin Garuda menuju prestasi yang lebih tinggi? Satu hal yang pasti, langkah ini menunjukkan ambisi besar Kapadze untuk naik level sebagai pelatih kepala, dan Indonesia bisa jadi panggung berikutnya untuk membuktikan kualitasnya.
Editor : Akbar Sirinawa