Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bangsa Besar, Prestasi Kecil: The Athletic Soroti Gagalnya Indonesia ke Piala Dunia 2026

Ivan Mardiansyah • Senin, 17 November 2025 | 11:31 WIB

The Athletic sorot “bangsa besar, prestasi kecil”: Indonesia gagal lolos Piala Dunia 2026 karena minim infrastruktur dan pembinaan.
The Athletic sorot “bangsa besar, prestasi kecil”: Indonesia gagal lolos Piala Dunia 2026 karena minim infrastruktur dan pembinaan.

Lombok Post - Media Amerika Serikat, The Athletic, memantau rapat jeda internasional dengan sorotan tajam pada negara-negara besar yang justru gagal lolos ke Piala Dunia 2026, dan salah satu yang menjadi fokus utama adalah Indonesia.

Dalam laporan berjudul “Piala Dunia 2026: Mengapa Banyak Negara Terbesar Gagal Lolos?”, The Athletic menyoroti kontras mencolok antara negara kecil seperti Cape Verde dengan populasi hanya sekitar 525 ribu jiwa yang mampu meraih tiket putaran final, dan negara besar seperti Indonesia yang terhenti dalam upayanya.

Menurut media itu, Indonesia adalah contoh “bangsa besar, prestasi kecil”, meskipun sepak bola menjadi hiburan nomor satu di tanah air.

Menurut The Athletic, akar masalah kegagalan Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 terletak pada sistem pembinaan usia dini yang lemah dan infrastruktur sepak bola yang minim.

Media itu menekankan bahwa meski Indonesia adalah negara berpenduduk keempat terbesar di dunia, produksi pemain papan atas sangat terhambat karena fasilitas latihan dan akademi yang belum memadai.

Bahkan, The Athletic mencatat bahwa Indonesia kini mulai mengandalkan pemain diaspora terutama yang berbasis di Belanda untuk memperbaiki performa tim nasional.

Baca Juga: Jay Idzes Bangga: ‘Dunia Mulai Mengenal Indonesia karena Pemain-Pemain Hebatnya!

Sejarah juga menjadi sorotan: The Athletic menulis bahwa satu-satunya penampilan Indonesia di Piala Dunia terjadi pada 1938 saat masih bernama Hindia Belanda, yang menunjukkan betapa panjangnya absen Indonesia dari panggung sepak bola dunia pasca kemerdekaan.

Media itu menganggap kegagalan Indonesia menembus Piala Dunia sebagai negara merdeka sebagai sesuatu yang “di bawah standar”, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh negara berpenduduk ratusan juta tersebut.

Lebih lanjut, The Athletic menggambarkan bahwa meski antusiasme sepak bola di Indonesia sangat tinggi, populasi besar saja tidak cukup untuk menjamin prestasi.

Minimnya jaringan akademi yang sistematis, fasilitas stadion kelas dunia, dan program pembinaan bakat menjadi hambatan nyata.

Sebagai dampaknya, banyak talenta muda berbakat di Indonesia sulit tumbuh menjadi pemain internasional berkualitas tinggi.

Media itu menegaskan bahwa infrastruktur sepak bola harus menjadi prioritas jika Indonesia ingin bersaing di level global.

Baca Juga: Timur Kapadze dalam Negosiasi dengan PSSI, Calon Kuat Pelatih Kepala Timnas Indonesia

Kritik The Athletic ini sejalan dengan analisis media lain. Media Belanda misalnya menyoroti bagaimana pembinaan usia muda di Indonesia belum punya piramida sepak bola yang benar-benar matang.

Sementara itu, sesuai laporan Liputan6, salah satu faktor kegagalan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia adalah ketidakmampuan lini depan untuk mengonversi peluang menjadi gol, serta kelelahan pemain akibat jadwal padat.

Meski demikian, sorotan dari The Athletic bisa menjadi alarm sekaligus panggilan bangkit. Indonesia dengan potensi besar dari segi jumlah penduduk dan hasrat sepak bola belum mampu menuai prestasi sepadan.

Jika ingin mewujudkan mimpinya untuk tampil di Piala Dunia, fokus pada infrastruktur sepak bola dan pembinaan generasi muda harus menjadi landasan utama.

Kegagalan kali ini seharusnya menjadi bahan evaluasi mendalam, agar prestasi sepak bola Indonesia tak lagi hanya sekadar mimpi besar.

Baca Juga: ET Keluhkan Sulitnya Cari Pelatih Baru Timnas Indonesia Karena Bullying Netizen

Editor : Kimda Farida
#pembinaan usia dini Indonesia #potensi sepak bola Indonesia #kegagalan Timnas Indonesia #The Athletic Indonesia Piala Dunia 2026 #infrastruktur sepak bola Indonesia #bangsa besar prestasi kecil #sejarah Piala Dunia Indonesia #Piala Dunia 2026 gagal