Portugal Menang Besar 9-1 atas Armenia, Lolos Piala Dunia Tanpa Ronaldo
Ivan Mardiansyah• Senin, 17 November 2025 | 13:22 WIB
Portugal libas Armenia 9-1 dan lolos ke Piala Dunia 2026 tanpa Ronaldo. Neves dan Fernandes cetak hat‑trick, era baru Portugal?
Lombok Post - Timnas Portugal meraih kemenangan spektakuler 9-1 atas Armenia dalam laga terakhir Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026, sekaligus memastikan tiket otomatis ke putaran finalmeski tanpa Cristiano Ronaldo.
Kemenangan besar ini membuktikan bahwa Portugal tetap bisa tampil dominan tanpa sang megabintang.
Portugal memulai laga dengan penuh agresivitas. Renato Veiga membuka skor cepat pada menit ke-7 setelah memanfaatkan bola liar dari tendangan bebas Bruno Fernandes.
Meskipun Armenia sempat menyamakan lewat Eduard Spertsyan di menit ke-18, tim asuhan Roberto Martinez tak butuh waktu lama untuk mendominasi kembali.
Gol demi gol mengalir dari kaki pemain muda Portugal, membuktikan kedalaman skuad meski tanpa kehadiran Ronaldo.
Bintang kemenangan adalah João Neves dan Bruno Fernandes, masing-masing mencetak hat-trick. Neves mencetak gol melalui dua tembakan spektakuler dan satu penyelesaian klinis, sedangkan Fernandes menyumbang dari titik penalti dan juga lewat tembakan terbuka.
Di samping itu, Gonçalo Ramos menambah gol di babak pertama, dan Francisco Conceição mengakhiri pesta gol Portugal dengan tembakan jarak jauh di masa tambahan.
Dengan kemenangan ini, Portugal mengunci posisi pertama Grup F dengan 13 poin, sekaligus memastikan satu tiket langsung ke Piala Dunia 2026.
Pencapaian ini terasa sangat manis mengingat Ronaldo absen di pertandingan ini menurut laporan, ia menjalani larangan bermain akibat skorsing.
Kemenangan tersebut kemudian menuai pujian dari para pecinta sepak bola Portugal.
Banyak yang menyebut bahwa ini menjadi pertanda generasi baru Selecao das Quinas telah siap mengambil alih tongkat estafet.
Kombinasi pemain muda seperti Neves dan Veiga, serta pengalaman Fernandes, menunjukkan bahwa skuat Portugal kini tak lagi bergantung sepenuhnya pada sosok legenda seperti Ronaldo.
Di sisi lain, pertandingan ini juga menjadi momen penting bagi pelatih Roberto Martinez.
Keputusan manajerialnya menurunkan tim tanpa Ronaldo dan tetap tampil menyerang membayar lunas.
Taktik ofensif yang diterapkan terbukti efektif, dan para pemain muda mampu menjalankan peran mereka dengan luar biasa. Ini bisa menjadi sinyal bahwa Portugal tengah membangun fondasi kuat untuk masa depan tanpa harus mengandalkan megabintang tua.
Kemenangan ini tidak hanya soal skor besar, tetapi juga soal pesan: Portugal bisa berjaya tanpa Ronaldo.
Momentum ini bisa menjadi titik balik dalam perjalanan sepak bola Portugal menjelang Piala Dunia 2026, di mana generasi muda mulai menunjukkan taringnya.