LombokPost - Atlet muda NTB, Fredericco Owen, sukses menorehkan prestasi di kancah internasional. Owen berhasil meraih medali perunggu dalam ajang CMAS Southeast Asia Championship Finswimming Indoor dan Asian Junior Finswimming Competition-South East Zone 2025. Ajang finswimming tingkat Asia Tenggara ini berlangsung di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 16-19 November.
Pada pertandingan hari kedua, Senin (17/11), Fredericco Owen menunjukkan performa terbaiknya di nomor 50 Meter Bifins. Atlet finswimming yang menjadi kebanggaan NTB ini menuntaskan perlombaan dengan catatan waktu 20.40 detik.
Catatan waktu ini membawanya meraih medali perunggu, yang sekaligus menjadi medali pertama bagi Indonesia di kategori junior dalam kompetisi finswimming tersebut.
Medali emas nomor ini direbut Phanuphong Jarasari dari Thailand dengan waktu 19.43 detik, sementara perak menjadi milik Tung Nguyen Thanh asal Vietnam dengan waktu 20.36 detik.
”Alhamdulillah, ini adalah hasil maksimal yang didapatkan Owen. Target awalnya hanya masuk final, tapi kami sangat bersyukur bisa mendapatkan medali perunggu. Ini adalah medali pertama bagi Indonesia di kategori junior finswimming saat itu,” ujar Pelatih Finswimming NTB Triyono Masyhury Oemar, kemarin (18/11).
Pria yang akrab disapa Yono ini menjelaskan Owen diproyeksikan turun di lima nomor pertandingan, yang mencakup 50 Meter Surface, 200 Meter Surface, 50 Meter Bifins, 100 Meter Bifins, dan 200 Meter Bifins. Owen kembali menembus final di nomor 100 Meter Bifins.
”Semoga di nomor 100 Meter Bifins, Owen bisa meraih medali lagi untuk mengharumkan nama Indonesia dan NTB,” harap Yono.
Terpisah, Ketua KONI NTB Mori Hanafi turut memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian internasional yang diukir Fredericco Owen. Menurut Mori, prestasi ini sangat penting, terutama karena Owen bertanding membawa nama besar Indonesia.
”Owen ini menjadi bibit unggul atlet NTB yang diproyeksikan untuk PON 2028. Tentu capaian ini adalah hasil dari latihan keras dan dedikasi yang tinggi," katanya.
Kejuaraan finswimming Asia Tenggara ini menyajikan persaingan yang ketat. Pada kategori senior, Vietnam menjadi negara dengan kontingen terbesar dengan 21 atlet, disusul Indonesia 24 atlet, Kamboja 5 atlet, Malaysia 3 atlet, dan Thailand 1 atlet.
Sementara itu, di kategori junior, Indonesia mengirimkan kontingen terbanyak dengan 95 peserta, jauh mengungguli Vietnam 25 atlet, Malaysia 6 atlet, Thailand 5 atlet, dan Kamboja 1 atlet. Jumlah peserta junior dari Indonesia ini menunjukkan besarnya minat dan potensi atlet muda di bidang finswimming.
Editor : Pujo Nugroho