Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wesley Sneijder Ungkap Luka Terbesar: Loker Kosong di Madrid hingga Trofi Treble di Inter

Ivan Mardiansyah • Kamis, 20 November 2025 | 12:46 WIB

Wesley Sneijder kecewa loker di Real Madrid dikosongkan saat tinggalkan klub, lalu jadi pahlawan treble bersama Inter Milan.
Wesley Sneijder kecewa loker di Real Madrid dikosongkan saat tinggalkan klub, lalu jadi pahlawan treble bersama Inter Milan.

Lombok Post- Wesley Sneijder membuka salah satu bab paling emosional dalam kariernya: saat ia meninggalkan Real Madrid dengan rasa dipermalukan.

Sneijder mengenang, “Momen terburuk dalam karier saya adalah ketika saya meninggalkan Madrid ketika saya datang untuk latihan, loker saya sudah kosong dan semua barang saya ditaruh di sampingnya.”

Ia mengaku bahwa perlakuan tersebut terasa dingin dan tanpa penjelasan sinyal bahwa ia tak lagi bagian dari rencana klub.

Di tengah kekecewaan besar, Sneijder tetap menjaga harga diri. Dalam pertemuan dengan pengurus Madrid, ia hanya menyampaikan satu kalimat yang kemudian jadi cerminan tekadnya:

Baca Juga: Tanpa Ronaldo, Portugal Pesta Gol di Dua Laga

“Pak, ketahuilah bahwa di mana pun saya berada, saya akan bermain untuk menang.” Kata-kata itu kemudian menjadi awal dari babak baru dalam kariernya.

Hanya dua hari setelah jamuan pahit di Madrid, telepon dari José Mourinho mengubah segalanya.

Mourinho mengundang Sneijder ke Inter Milan dengan visi ambisius: “Datanglah ke Inter, dan kita akan memenangkan segalanya bersama.” Bagi Sneijder, itu adalah “cinta pada pandangan pertama” terhadap proyek sang pelatih dan ia pun menerima panggilan itu dengan antusias.

Bersama Inter, karier Sneijder melejit. Dalam satu musim, ia menjadi sosok vital dalam tim Mourinho dan membantu Inter meraih treble prestisius: Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions.

Baca Juga: Haaland Ungkap Momen Aneh di Tengah Laga: Gestur Mancini Picu Ledakan Gol Norwegia

Momen paling dramatis datang di final Liga Champions 2010 di Santiago Bernabéu, kandang mantan klubnya: Inter menang 2–0, dan Sneijder jadi arsitek di lini tengah.

Setelah pertandingan, ia kembali ke ruang ganti Madrid dan meletakkan trofi di depan loker yang dahulu dikosongkan simbol nyata balas dendam yang elegan.

“Saya selalu menepati janji saya,” katanya penuh makna.

Bagi Sneijder, perjalanan tersebut bukan sekadar soal gelar. Ini soal harga diri, rasa dihargai, dan membuktikan bahwa perlakuan buruk di masa lalu bisa diubah menjadi kemenangan yang manis.

Kisahnya di Inter bukan hanya puncak karier, tetapi juga titik pembalikan dari rasa hina di Madrid menjadi legenda yang menaklukkan kota itu sebagai juara. (*)

Editor : Marthadi
#wesley sneijder #Sneijder tinggalkan Madrid #Loker kosong Real Madrid #Kisah emosional Sneijder #Inter juara Liga Champions 2010 #Balas dendam Sneijder #Treble Inter Milan #Sneijder dan Mourinho