Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Krisis Sepakbola Argentina Memanas: Mural Dirusak, Fans Meledak, AFA Dituding Tak Transparan

Ivan Mardiansyah • Senin, 24 November 2025 | 09:23 WIB

Krisis sepakbola Argentina memuncak. Fans merusak mural dan menuding AFA tidak transparan setelah kontroversi trofi Rosario Central.
Krisis sepakbola Argentina memuncak. Fans merusak mural dan menuding AFA tidak transparan setelah kontroversi trofi Rosario Central.

 

Lombok Post- Krisis besar di sepakbola Argentina memasuki fase paling panas. Gelombang protes publik meluas setelah para suporter menuduh AFA tidak transparan, memicu kerusakan mural ikon sepakbola nasional dan ledakan kemarahan di berbagai kota. Situasi ini disebut banyak pihak sebagai salah satu krisis integritas terbesar dalam sejarah sepakbola negara tersebut.

Di jalan-jalan Buenos Aires, Rosario, dan Córdoba, aksi simbolik berupa perusakan mural Tim Nasional Argentina menjadi penanda kekecewaan publik terhadap Asociación del Fútbol Argentino (AFA) dan presidennya, Claudio “Chiqui” Tapia. Para suporter menilai bahwa kompetisi lokal tengah mengalami kemunduran struktural, sarat dugaan ketidaktransparanan, keputusan kontroversial, dan pengelolaan yang dianggap buruk.
Isu krisis sepakbola Argentina dan dugaan ketidakterbukaan AFA berulang kali disuarakan massa sebagai bentuk akumulasi frustrasi yang sudah lama menumpuk.

Baca Juga: Portugal Menang Besar 9-1 atas Armenia, Lolos Piala Dunia Tanpa Ronaldo

Situasi memanas ketika dalam hitungan jam terakhir, Rosario Central, klub yang baru saja meraih gelar liga dan diperkuat Ángel Di María, menerima trofi yang disebut-sebut baru “dibuat pada hari yang sama”. Banyak penggemar serta analis menyebutnya sebagai tindakan yang menunjukkan tidak adanya standar profesional dalam kompetisi.
Insiden ini membuat kecurigaan terhadap AFA tidak transparan semakin kuat di mata publik, memperkuat narasi krisis sepakbola Argentina yang terus berkembang.

Banyak mantan pemain, analis, dan komunitas suporter menilai bahwa tindakan tersebut menunjukkan lemahnya manajemen federasi. Mereka berpendapat bahwa negara yang baru saja menikmati kejayaan setelah gelar Piala Dunia 2022 seharusnya memiliki standar liga yang lebih baik.
Kekecewaan kolektif yang diekspresikan melalui mural yang dirusak dianggap sebagai bukti bahwa kepercayaan terhadap AFA tengah berada di titik terendah. Di media sosial, tagar terkait krisis sepakbola Argentina dan AFA tidak transparan menjadi trending dalam waktu singkat.

Kemarahan ini menunjukkan bahwa publik menuntut perubahan nyata, bukan sekadar klarifikasi. Para pendukung menginginkan tata kelola yang lebih profesional, regulasi yang jelas, serta penghormatan terhadap nilai olahraga. Terlepas dari berbagai tuduhan dan kritik, AFA hingga kini belum mengeluarkan respons resmi yang dapat meredam eskalasi protes.

Kondisi ini menandai titik kritis dalam perjalanan sepakbola nasional Argentina. Krisis kepercayaan yang semakin dalam, ditambah sorotan terhadap profesionalisme kompetisi, membuat tuntutan reformasi terhadap AFA semakin menguat.
Narasi krisis sepakbola Argentina, mural dirusak, serta dugaan AFA tidak transparan diprediksi masih akan menjadi isu utama dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Lagi, Ronaldo & Messi Selangkah Lagi Pecahkan Rekor Abadi

Editor : Jelo Sangaji
#fans Argentina meledak #krisis sepakbola Argentina #Rosario Central #dugaan korupsi AFA #AFA tidak transparan