Lombok Post- Rodrygo mandul 30 laga menjadi berita paling mengejutkan dari ruang ganti Real Madrid musim ini. Penyerang asal Brasil itu kini berada dalam periode tersulit sejak bergabung dengan Los Blancos, setelah catatan tanpa golnya resmi mencapai 30 pertandingan berturut-turut.
Rekor pahit ini membuat Rodrygo mandul 30 laga menjadi pembahasan hangat di media Spanyol dan dunia, mengingat statusnya sebagai salah satu pilar proyek masa depan Real Madrid.
Rangkaian mandul panjang tersebut disebut sebagai rentetan paling kering dalam sejarah seorang penyerang di klub yang dikenal sebagai rumah bagi lini serang paling produktif di dunia. Dari era Alfredo Di Stéfano, Ronaldo Nazário, Raul González, hingga Karim Benzema, Real Madrid selalu menuntut standar tinggi dari posisi penyerang.
Tidak mengherankan jika Rodrygo mandul 30 laga langsung mempertebal tekanan yang kini membelitnya, baik dari publik maupun manajemen klub.
Rentetan tanpa gol ini makin disorot karena penurunan performa Rodrygo terjadi di momen ketika Real Madrid sedang berada dalam masa transisi generasi.
Ia semestinya menjadi salah satu motor serangan bersama Vinícius Jr dan pemain muda lain yang disiapkan untuk meneruskan kejayaan klub.
Namun, seiring berjalan waktu, performanya justru berjalan berlawanan dengan ekspektasi. Penyerang 24 tahun itu tampak kesulitan menemukan ritme, kehilangan kepercayaan diri, dan tak lagi setajam musim-musim sebelumnya.
Baca Juga: Luka Modric Ungkap “Seleksi Alam” di Real Madrid: Tak Ada Ruang bagi Pemain Biasa-Biasa Saja
Periode kering ini juga semakin terlihat menegangkan karena beberapa peluang matang gagal dikonversi menjadi gol. Dalam beberapa laga terakhir, Rodrygo sebenarnya mendapatkan menit bermain cukup banyak, baik sebagai starter maupun pengganti.
Namun aliran bola yang ia terima seperti tak cukup untuk membuka ruang. Pemain yang dulu dikenal memiliki kemampuan eksplosif dan penyelesaian akhir yang dingin kini terlihat ragu-ragu saat harus mengambil keputusan di depan gawang.
Tekanan publik pun datang bertubi-tubi. Fans di media sosial ikut menyoroti penurunan ini, sementara pundit sepak bola Spanyol menyebut kondisi Rodrygo sebagai “periode sunyi paling panjang dalam karier modern penyerang Real Madrid”.
Semua sorotan itu terkumpul menjadi beban psikologis yang tidak kecil — sesuatu yang bahkan bisa menggerus mental pemain mana pun yang mengenakan seragam putih kebanggaan klub tersebut.
Meski begitu, pelatih dan manajemen Real Madrid disebut tetap memberikan kepercayaan kepada sang pemain. Tim percaya bahwa kemampuan Rodrygo tidak hilang, hanya sedang terjebak dalam fase performa buruk.
Namun, dukungan internal saja tidak cukup meredam tekanan publik, karena Rodrygo mandul 30 laga sudah terlanjur menjadi catatan historis yang menimbulkan tanda tanya besar soal masa depannya di Bernabéu.
Baca Juga: Ruang Ganti Meletup, Vinicius Tolak Perpanjangan, Xabi Alonso Jadi Sorotan
Di sisi lain, periode tanpa gol ini menjadi pengingat betapa kerasnya tuntutan untuk seorang penyerang Real Madrid. Satu periode stagnan saja bisa membuat nama pemain mudah masuk daftar evaluasi internal.
Tidak sedikit penyerang di masa lalu yang kariernya mulai menurun akibat sorotan seperti ini. Oleh sebab itu, banyak pihak menilai momen ini sebagai titik balik: apakah Rodrygo akan bangkit, atau justru tersingkir dari proyek besar Los Blancos?
Menutup rangkaian cerita ini, Rodrygo mandul 30 laga bukan sekadar angka. Ia kini menjadi simbol tekanan, ekspektasi, dan tantangan yang harus dihadapi seorang pemain di klub sebesar Real Madrid.
Fans kini menunggu jawaban: apakah Rodrygo bisa memecah kebuntuannya dan kembali pada performa terbaik, atau periode ini menjadi awal dari jalan terjal dalam kariernya di Santiago Bernabéu?
Editor : Siti Aeny Maryam