Lombok Post- Kisah pilu Mkhitaryan dan Mourinho kembali menjadi sorotan setelah sang gelandang mengungkap pengalaman pahitnya selama berseragam Manchester United. Dalam pengakuan yang dibahas media Eropa, Mkhitaryan menyebut dirinya mengalami tekanan psikologis berkepanjangan, bahkan mengklaim bahwa José Mourinho mengirimkan pesan pribadi hampir setiap malam yang intinya menyuruhnya pergi dari Old Trafford.
Cerita ini membuat hubungan Mkhitaryan dan Mourinho kembali hangat dibicarakan, terutama oleh para penggemar Setan Merah yang belum mengetahui betapa rumit situasi internal klub saat itu.
Menurut Mkhitaryan, konflik bermula saat performanya dianggap menurun. Ia mengatakan Mourinho mengkritiknya tanpa henti, baik di ruang ganti maupun dalam komunikasi personal.
“Dia sudah mengkritik saya selama satu setengah tahun sejak saya datang ke Manchester United. Bahkan ada saat ketika saya menerima pesan setiap malam yang intinya menyuruh saya pergi. ‘Miki, tolong pergi!’” ungkapnya. Cerita ini membuat banyak pihak menilai bahwa kisah pilu Mkhitaryan dan Mourinho bukan sekadar masalah teknis permainan, melainkan juga menyentuh ranah emosional pemain.
Baca Juga: Fans MU Siap Berpisah, Manchester United Tak Perpanjang Kontrak Casemiro
Tidak berhenti di situ, Mkhitaryan mengklaim bahwa Mourinho pernah mengusirnya secara langsung dalam suasana tegang di markas latihan. “Keluar dari sini, saya tidak mau melihatmu lagi,” kata sang pelatih, menurut pengakuan Mkhitaryan. Tekanan tersebut membuatnya merasa tidak lagi memiliki tempat dalam proyek jangka panjang Manchester United. Situasi itu membuat kisah pilu Mkhitaryan dan Mourinho menjadi salah satu episode paling dramatis di balik layar klub.
Mkhitaryan mengaku bahwa tekanan tersebut bukan sekadar kritik profesional biasa. Ia merasakannya sebagai serangan yang perlahan membuatnya kehilangan kenyamanan dan ruang berkembang sebagai pemain. “Tekanan itu sudah masuk ranah personal,” ujarnya. Kondisi tersebut membuat gelandang asal Armenia itu akhirnya yakin bahwa masa depannya tidak lagi bersama Manchester United.
Pengakuan ini menambah panjang daftar cerita kelam hubungan pemain dan pelatih dalam dunia sepak bola modern. Terlepas dari berbagai versi yang beredar, kisah ini menjadi pengingat bahwa dinamika ruang ganti bisa jauh lebih kompleks daripada yang terlihat di lapangan. Kisah ini juga memperkuat persepsi bahwa kisah pilu Mkhitaryan dan Mourinho adalah salah satu momen paling kontroversial di era kepelatihan Mourinho di Manchester United.
Baca Juga: Chelsea Gak Akan Juara Liga Inggris? Gary Neville Soroti Minusnya The Blues
Editor : Jelo Sangaji